Gen Z Dongkrak Transaksi Pasar Modal Solo Raya hingga Rp 26 Triliun

4 hours ago 7
Ilustrassi | freepik

KLATEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Generasi Z atau Gen Z menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan pasar modal di wilayah Solo Raya dan Madiun Raya. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, akumulasi nilai transaksi pasar modal di wilayah tersebut tercatat mencapai Rp26 triliun.

Pertumbuhan tersebut juga ditandai dengan meningkatnya jumlah investor baru yang didominasi kalangan anak muda, seiring semakin mudahnya akses investasi melalui berbagai platform digital.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Solo Raya dan Madiun Raya, M. Wira Adibrata, mengatakan tren pertumbuhan investor dan transaksi pasar modal di wilayah kerjanya terus menunjukkan peningkatan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

“Tren pertumbuhan investor maupun transaksi pasar modal di Solo Raya terus menunjukkan kenaikan yang signifikan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis,” kata Wira, Rabu (27/8/2026).

Ia menyebut, rata-rata nilai transaksi bulanan juga mengalami kenaikan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp3 triliun per bulan, kini nilainya mencapai sekitar Rp 5 triliun per bulan, di luar wilayah Klaten.

Berdasarkan data BEI hingga Mei 2026, jumlah investor di Kota Surakarta tercatat mencapai sekitar 89.000 orang. Jumlah tersebut mencakup investor pada instrumen saham, reksa dana, dan obligasi.

Dari total tersebut, sekitar 48.000 orang merupakan investor saham.

Menurut Wira, Gen Z memiliki peran cukup dominan dalam mendorong pertumbuhan jumlah investor. Namun, di tengah tingginya minat generasi muda terhadap pasar modal, ia juga mengingatkan adanya fenomena Fear of Missing Out atau FOMO.

Menurutnya, tidak sedikit anak muda yang masuk ke pasar modal hanya karena mengikuti tren, promosi influencer, atau ajakan yang beredar di media sosial, tanpa terlebih dahulu memahami risiko serta melakukan analisis fundamental maupun teknikal.

“Ini yang kami sayangkan. Banyak anak muda masuk pasar karena ikut-ikutan, tanpa memahami risikonya. Mirip dengan judi daring,” ujarnya.

Karena itu, BEI terus memperluas program edukasi investasi untuk membentengi masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak terjebak dalam pola investasi spekulatif.

Salah satunya dilakukan melalui pengembangan Galeri Investasi. Saat ini, jumlah Galeri Investasi di wilayah Solo Raya telah mencapai 50 titik atau bertambah dari sebelumnya sebanyak 46 lokasi.

Empat galeri baru yang telah beroperasi tersebut merupakan hasil kerja sama melalui nota kesepahaman atau MoU dengan RSU PKU Muhammadiyah, Universitas Sugeng Hartono, SMA Negeri 2 Sukoharjo, serta SMK Negeri 1 Sragen.

Selain itu, BEI juga tengah memproses penambahan Galeri Investasi di SMA Negeri 5 Surakarta dan SMK Negeri Jatiroto Wonogiri melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Wira berharap semakin banyaknya titik edukasi investasi dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pasar modal, termasuk risiko yang menyertai setiap keputusan investasi.

Terkait dinamika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Wira juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengaitkan setiap koreksi pasar dengan satu isu politik tertentu.

Menurut dia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa respons pasar terjadi hanya akibat satu isu.

“Sangat dini untuk mengambil kesimpulan bahwa respons pasar hari ini dipengaruhi oleh satu isu semata. Banyak faktor yang memengaruhi pergerakan pasar saham,” jelasnya.

Ia berharap media massa di wilayah Solo Raya terus berkolaborasi dengan BEI dalam menyebarkan edukasi investasi yang kredibel kepada masyarakat.

Dengan edukasi yang semakin luas, masyarakat diharapkan tidak hanya tertarik masuk ke pasar modal karena tren atau FOMO, tetapi juga memiliki pemahaman yang cukup untuk mengambil keputusan investasi secara rasional dan memahami risiko yang dihadapi. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |