Gubernur Ahmad Luthfi Janjikan Kemudahan dan Keamanan Investasi di CJIBF 2025

1 month ago 48

(Beritadaerah-Jakarta) Dalam Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025, di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (29/7), Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menjanjikan kemudahan dan keamanan investasi di wilayahnya kepada para investor. Dihadapan perwakilan kedutaan dari 10 negara dan puluhan calon investor, Luthfi memaparkan beragam keuntungan menanamkan modal di Jawa Tengah. Tak hanya garansi kemudahan soal perizinan, tapi jaminan keamanan dan keuntungan finansial juga di depan mata. Sebab, Jawa Tengah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang melimpah serta kompetitif, maupun sumber daya alam yang bisa digarap.

“Tenaga kerja yang sudah terampil dan sesuai dengan kebutuhan usaha. Mereka dilatih BLK (Balai Latihan Kerja). Sumber daya alam juga banyak dan bisa dikembangkan,” kata Gubernur Jateng.

Luthfi menerangkan, model perizinan usaha di Jateng adalah one gate system atau satu pintu. Sehingga, tidak ribet dan efisien dari sisi waktu. Adapun untuk jaminan keamanan, lanjut dia, tak ada premanisme yang mengganggu investasi. Nafas masyarakat Jawa Tengah adalah tepa selira atau saling hormat-menghormati. Sehingga, para pengusaha bisa fokus pada urusan produksi.

Keuntungan selanjutnya, biaya investasi yang tidak mesti harus nominal besar. Luthfi mengatakan, investasi di Jateng menyasar padat karya, sehingga akan sama-sama menguntungkan. Bagi investor akan mendapatkan tenaga kerja terampil, dan masyarakat bisa mendapatkan peluang kerja.

Berbagai program keberpihakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, juga mendorong meningkatkan kesejahteraan buruh, di antaranya fasilitas daycare, koperasi buruh, dan subsidi transportasi umum.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menawarkan 15 proyek kepada calon investor, antara lain pembangunan PLTM Banjaran dan Logawa (Banyumas), pengembangan PLTP Candi Umbul Telomoyo – Geo Dipa Energy, Proyek Geothermal dan Pengambilan Mineral – Geo Dipa Energy, Proyek Geothermal lainnya – Geo Dipa Energy, Pengolahan Sampah menjadi RDF (Kabupaten Grobogan), Kawasan Khusus Perikanan Terpadu (Kabupaten Cilacap – Blue Economy), Industri Udang Vaname Terpadu (Kabupaten Cilacap).

Adapula Industri Perikanan Terpadu (Kabupaten Pati), Pengolahan Garam Industri (Kabupaten Jepara), Industri Mokaf (Kabupaten Banjarnegara), Industri Kelapa Terpadu (Kabupaten Cilacap), Pusat Regional Komoditas Pertanian (PRKP) dan Sub Terminal Agribisnis (Kabupaten Grobogan), Transformasi TKL Ecopark (Kota Magelang), Pengembangan Wisata Pulau Panjang (Kabupaten Jepara), dan Rumah Sakit Berbasis Green Hospital (Kabupaten Semarang).

Sementara itu, Kepala Administrator KEK Kendal dan KEK Industrilopolis Batang, Tjertja Karja Adil mengatakan hal senada. Rugi besar jika tak ikut berinvestasi di Jateng, karena saat ini ada tren investasi masuk ke Jateng. Ada relokasi usaha dari China dan Korea masuk ke Batang dan Kendal. Saat ini jumlah pekaku usaha di KEK Kendal ada 128 pengusaha. Di antaranya dari China, Korea, Jepang, Singapura, Malaysia. Sementara di KEK Batang ada 48 pelaku usaha.

Sedangkan, Deputi bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Riyatno mengatakan, Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang dinilai maenarik oleh para investor. Menurut dia, banyak potensi yang bisa dikembangkan di provinsi ini untuk meningkatkan investasinya.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |