YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, memiliki janji yang cukup unik, yakni ingin membersihkan Kota dari wajah-wajah para pejabat di baliho-baliho, termasuk wajah dirinya sendiri.
Dan, janji itu ternyata bukan sekadar janji. Ia membuktikannya dengan langkah nyata, yakni menurunkan seluruh baliho yang menampilkan wajah dirinya dari ruang-ruang publik di Kota Pelajar.
Langkah tersebut menjadi bukti keseriusannya untuk menata ulang visual kota dan mengurangi keberadaan foto-foto pejabat yang menurutnya tidak memberi manfaat langsung bagi warga.
Bersihkan Kota dari “Sampah Visual”
Menurut Hasto, baliho berwajah pejabat yang tersebar di berbagai titik seringkali tidak memiliki nilai informasi. Ia menilai wajah pejabat bukanlah hal yang dibutuhkan masyarakat, terlebih di luar masa kontestasi politik.
“Kita ingin menertibkan sampah visual. Baliho yang tak penting itu seharusnya tidak perlu ada. Jadi saya mulai dari diri saya sendiri,” kata Hasto.
Ia menegaskan, ruang informasi publik seharusnya digunakan untuk pesan-pesan yang memberi nilai tambah, bukan sekadar memajang foto pejabat.
“Kalau hanya jadi polusi mata, kenapa tidak kita turunkan saja? Lebih baik diganti dengan pesan yang bermanfaat,” jelasnya.
Diganti Edukasi Publik, Salah Satunya Stunting
Baliho-baliho yang diturunkan nantinya akan diganti dengan materi layanan masyarakat. Salah satu fokus yang ingin ia dorong adalah edukasi mengenai penanganan stunting, yang hingga kini masih menjadi tantangan besar di Yogyakarta.
Ruang baliho di area Puskesmas, misalnya, akan beralih fungsi menjadi sarana sosialisasi kesehatan.
“Saya kira lebih tepat digunakan untuk edukasi stunting. Lokasinya pun strategis karena ramai didatangi warga,” ujar mantan Kepala BKKBN tersebut.
Tujuh Baliho Jadi Target Operasi
Sedikitnya ada tujuh titik baliho bergambar wajah Hasto yang menjadi sasaran pembersihan. Aksi ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari instruksinya beberapa hari lalu kepada Dinas Kominfosan agar merombak desain baliho pemerintahan.
Dalam pertemuan dengan Komite Ekonomi Kreatif pada Kamis (20/11/2025), Hasto meminta agar ruang publik lebih diarahkan untuk memperkuat city branding Yogyakarta, termasuk mempromosikan Calendar of Festival 2026.
Ia menegaskan tidak ada alasan lagi untuk menempatkan wajahnya di mana-mana.
“Untuk apa harus foto saya? Saya juga tidak akan maju lagi di Pilkada. Jadi tidak relevan,” ucapnya.
Harap Jadi Contoh bagi Kepala Daerah Lain
Hasto berharap, langkahnya ini dapat menginspirasi kepala daerah lain untuk lebih bijak dalam penggunaan ruang publik.
Menurutnya, pemasangan foto pejabat secara besar-besaran hanya layak dilakukan ketika memasuki masa kampanye. Di luar itu, ia menilai tindakan tersebut justru mubazir.
“Mudah-mudahan kepala daerah lain juga punya pemikiran yang sama. Tidak penting memasang foto kita di mana-mana, kecuali saat masa Pilkada,” tuturnya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













































