Imlek Bertemu Ramadan, Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2026 Bernuansa Toleransi

1 hour ago 8

CANTIKA.COM, Jakarta - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2026 akan hadir dengan nuansa yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ajang tahunan yang biasanya memusatkan kemeriahan Imlek 2577 di kawasan Ketandan, Jalan Malioboro, kini disiapkan sebagai destinasi ngabuburit bagi masyarakat karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 H.

Rencana ini mencuat usai jajaran panitia PBTY 2026 melakukan pertemuan dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin, 19 Januari 2026.

Ketua Panitia PBTY 2026, Jimmy Sutanto, mengatakan acara ini bakal berlangsung selama tujuh hari, dari 25 Februari hingga 3 Maret 2026.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, PBTY 2026 akan diselenggarakan selama tujuh hari penuh di Ketandan,” ujar Jimmy.

Tahun ini, PBTY mengusung konsep yang lebih inklusif dengan merangkul berbagai unsur golongan dan seni budaya. Menurut Jimmy, kebersamaan menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan festival tersebut.

“Dalam kegiatan ini, yang terpenting bagaimana kami merangkum semua unsur golongan maupun seni budaya untuk memiliki kebersamaan,” ujarnya.

Selain mempertahankan tradisi panggung utama yang menampilkan beragam seni budaya, panitia juga melakukan penyesuaian tata letak. Rencananya, panggung akan ditempatkan di sekitar Jalan Suryatmajan, yang menjadi akses masuk Kampung Ketandan dari sisi utara.

Jimmy menambahkan, detail teknis lokasi tersebut masih akan dibahas lebih lanjut agar sesuai dengan kondisi lapangan.

Tema Persatuan di Kota Toleransi

Tahun ini, PBTY mengusung tema “Warisan Budaya Memperkuat Persatuan Bangsa”. Tema tersebut mencerminkan identitas Yogyakarta sebagai kota toleransi yang menghargai keberagaman budaya.

Wakil Ketua Pelaksana PBTY 2026, Subekti Saputro Wijaya, menekankan bahwa warisan budaya dari berbagai latar belakang harus terus dilestarikan demi mempererat persatuan.

“Warisan budaya dari mana pun asalnya perlu kita jaga bersama agar dapat memperkuat rasa persatuan,” ujarnya.

Jadi Ruang Ngabuburit yang Nyaman

Mengingat digelar saat Ramadan, PBTY 2026 juga dirancang sebagai ruang ngabuburit yang nyaman bagi masyarakat yang berpuasa. Subekti menyebut panitia tengah meramu konsep agar stan dan panggung budaya bisa menjadi tempat menunggu waktu berbuka puasa.

“Kami akan meramu kegiatan, panggung, maupun stand agar dapat menjadi kegiatan ngabuburit bagi warga masyarakat yang tengah melaksanakan puasa,” ujarnya.

Sebagai bentuk toleransi dan dukungan bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, panitia juga berencana menyediakan takjil di beberapa titik lokasi.

Malioboro Imlek Carnival Jadi Puncak Acara

Sebagai puncak kemeriahan, panitia menjadwalkan Malioboro Imlek Carnival yang akan digelar pada Sabtu, 28 Februari 2026. Karnaval ini biasanya menampilkan arak-arakan budaya, kostum khas, serta pertunjukan seni yang menarik perhatian wisatawan dan warga lokal.

Dengan konsep yang lebih inklusif, nuansa Ramadan, serta semangat toleransi, Pekan Budaya Tionghoa 2026 tak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga ruang kebersamaan yang hangat bagi semua kalangan.

Pilihan Editor: Kemeriahan Imlek 2025 di Kelenteng See Hien Kiong, Padang

PRIBADI WICAKSONO

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |