Jawa Tengah Jadi Target Ekspansi Baru SUN Energy untuk Elektrifikasi Industri

2 days ago 34
Memasuki usia 10 tahun, SUN Energy memperluas bisnisnya dari sekadar pengembang panel surya menjadi penyedia solusi energi terintegrasi, dengan membidik potensi elektrifikasi kendaraan di kawasan industri dan pelabuhan di Jawa Tengah. Istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Memasuki usia 10 tahun, SUN Energy memperluas bisnisnya dari sekadar pengembang panel surya menjadi penyedia solusi energi terintegrasi, dengan membidik potensi elektrifikasi kendaraan di kawasan industri dan pelabuhan di Jawa Tengah.

Head of Marketing SUN Energy, Anggita Pradipta, mengatakan kebutuhan pelanggan kini bergeser tidak hanya soal energi bersih, tetapi juga efisiensi dan elektrifikasi. “Kalau 10 tahun perjalanan kita mungkin sudah berhasil menunjukkan angka kapasitas solar energy yang terpasang. Sekarang ada cerita baru mengenai mobility dan elektrifikasi,” katanya di Semarang, Jumat (18/9/2026).

Chief Customer Relations and Marketing Officer SUN Energy, Oky Gunawan, menyebut selama satu dekade perusahaan telah memasang kapasitas PLTS lebih dari 430 MW dan berekspansi ke Australia, Vietnam dan Thailand. Kini, SUN Energy hadir tidak terbatas pada solar, melainkan solusi energi menyeluruh mulai dari perencanaan, implementasi, hingga monitoring.

Fokus baru tersebut diarahkan pada elektrifikasi kendaraan operasional industri, termasuk truk listrik. CEO SUN Mobility, Karina Darmawan, menilai sektor logistik dan pertambangan memiliki beban biaya bahan bakar hingga 30 persen dari total biaya operasional. Peralihan ke listrik dinilai bisa menekan konsumsi diesel dan antrean BBM yang menghambat produktivitas.

Untuk Jawa Tengah, Karina melihat peluang besar di kawasan industri dan pelabuhan. “Pelabuhan Kendal dan Pelabuhan Batang sebagai bagian dari potensi pasar yang dapat dikembangkan seiring meningkatnya kebutuhan elektrifikasi di kawasan industri dan logistik,” ujarnya. Saat ini SUN Energy telah memiliki pelanggan di Jateng seperti Djarum Group, Garudafood dan Sido Muncul.

Menurut Karina, elektrifikasi tidak bisa sekadar mengganti kendaraan. Diperlukan analisis rute harian, kebutuhan daya, infrastruktur charging, hingga pelatihan pengemudi dan mekanik. Solusi itu akan dikawinkan dengan sistem manajemen energi yang mengatur penggunaan listrik dari PLN, PLTS, dan baterai agar lebih efisien.

Oky mengakui ekspansi ini masih menghadapi tantangan regulasi dan kesiapan pasar. Karena itu perusahaan mendorong edukasi lewat asosiasi industri dan seminar. “Semakin banyak pihak yang melihat implementasinya secara langsung, semakin banyak yang memahami bahwa solusi ini sudah bisa diterapkan,” katanya. Prihatsari

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |