WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sebuah bengkel vulkanisir ban mobil di Jalan Brigjen Katamso Nomor 2, Wonokarto Wonogiri, milik Sugi Harjanto, hangus dilalap api pada Kamis malam, 11 Desember 2025, sekitar pukul 20.30 WIB. Peristiwa ini membuat warga sekitar heboh karena suara gemuruh dan bau menyengat yang tiba-tiba muncul dari area belakang rumah penduduk.
Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi, warga yang sedang berada di dalam rumah mendengar suara keras seperti benda terbakar diikuti bau menyengat. Kaget, mereka langsung keluar dan mendapati kobaran api serta kepulan asap tebal dari arah bengkel vulkanisir tersebut.
Salah satu saksi berlari meminta pertolongan warga sekitar, sekaligus menghubungi pemilik bengkel untuk memberi tahu bahwa tempat usahanya terbakar. Dalam hitungan menit, warga berusaha melakukan pemadaman manual sambil menunggu armada Damkar Wonogiri tiba.
Tak lama kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Delapan personel Damkar Wonogiri langsung melakukan penanganan cepat bersama warga. Proses pemadaman berlangsung intens karena material di dalam bengkel bersifat mudah terbakar.
Sekitar pukul 21.00 WIB, api berhasil dijinakkan. Setelah itu, Tim Inafis Polres Wonogiri dan Tim PLN Wonogiri melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan kondisi serta menelusuri dugaan awal penyebab kebakaran.
Hingga saat ini, penyebab pasti kobaran api belum dapat disimpulkan. Meski begitu, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun kerugian material ditaksir mencapai Rp40 juta, termasuk kerusakan peralatan vulkanisir dan material lain yang terbakar.
Koordinator Lapangan Damkar Wonogiri, Sriyanto Kembo, menyampaikan bahwa proses pemadaman menghabiskan dua tangki air dan dilakukan dengan maksimal untuk mencegah api merembet ke bangunan lain yang cukup berdekatan.
Peristiwa ini menjadi warning bagi pelaku usaha bengkel maupun industri kecil yang menggunakan material dan alat berpotensi mudah terbakar untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.



















































