Kelurahan Ciwaduk Inisiasi Pelatihan Pemulasaran Jenazah

3 hours ago 7

INFO TEMPO – Pemerintah Kelurahan Ciwaduk menginisiasi kegiatan Pelatihan Pemulasaran Jenazah bertema "Tingkatkan Kapasitas Pemandi Jenazah untuk Mewujudkan Cilegon Juare" yang diselenggarakan di Aula Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, pada Selasa, 30 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kelurahan Ciwaduk dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pemandi jenazah sekaligus menyelaraskan program Pemerintah Kota Cilegon yang memberikan perhatian khusus kepada para pelaku pelayanan sosial keagamaan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pelatihan yang diikuti oleh 30 peserta dari wilayah Kelurahan Ciwaduk tersebut mendapat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon. Kegiatan ini juga dihadiri Camat Cilegon Maman Herman, Wakil Ketua Baznas Kota Cilegon Habibi Abfat, serta para tokoh masyarakat dan peserta pelatihan.

Lurah Ciwaduk, Nurul Hadiyati, mengatakan bahwa pelatihan pemulasaran jenazah merupakan inisiatif Pemerintah Kelurahan Ciwaduk untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap keberadaan pemandi jenazah yang memiliki kompetensi dan legalitas yang memadai.

"Alhamdulillah, ini adalah inisiatif kami Pemerintah Kelurahan Ciwaduk untuk meningkatkan kapasitas pemandi jenazah di wilayah Kelurahan Ciwaduk. Saat ini, jumlah pemandi jenazah yang terlatih dan bersertifikat masih sangat terbatas. Dari data yang ada, baru terdapat 43 pemandi jenazah yang terdata dan mendapatkan honor. Kegiatan ini juga merupakan bentuk penyelarasan terhadap program Bapak Wali Kota Cilegon yang sangat concern terhadap keberadaan pemandi jenazah dengan memberikan perhatian dan penghargaan melalui honorarium," ujar Nurul.

Ia menjelaskan, kebutuhan pemandi jenazah di wilayah Kelurahan Ciwaduk masih cukup besar. Dengan jumlah 26 RT, idealnya setiap RT memiliki sedikitnya tiga orang pemandi jenazah yang terlatih. Namun, kondisi saat ini baru terpenuhi sekitar 50 persen dari kebutuhan tersebut.

"Harapan kami, kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Banyak masyarakat yang selama ini membantu proses pemulasaran jenazah, tetapi belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai standar. Karena itu, peningkatan kapasitas ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dilakukan secara bertahap," tambahnya.

Sementara itu, Camat Cilegon, Maman Herman, memberikan apresiasi atas berbagai inovasi dan inisiatif yang terus dilakukan oleh Pemerintah Kelurahan Ciwaduk, termasuk pelaksanaan pelatihan pemulasaran jenazah.

"Kami menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Ibu Lurah Ciwaduk karena banyak sekali inisiatif yang dilakukan. Pemandi jenazah merupakan bagian dari pelaksanaan fardhu kifayah yang sangat penting. Namun, terkadang keterampilan ini kurang mendapatkan perhatian sehingga tidak banyak yang memiliki kemampuan tersebut. Karena itu, kami sangat mengapresiasi langkah Kelurahan Ciwaduk yang bekerja sama dengan Baznas untuk menyelenggarakan pelatihan ini," kata Maman.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun agar semakin banyak masyarakat yang memiliki kompetensi dalam pemulasaran jenazah dan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Baznas Kota Cilegon, Habibi Abfat, menilai bahwa profesi pemandi jenazah merupakan tugas mulia yang tidak dapat dilakukan oleh semua orang dan membutuhkan dedikasi serta panggilan jiwa.

"Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Ibu Lurah Ciwaduk karena pemandi jenazah adalah tugas yang sangat mulia. Ini adalah panggilan jiwa yang tidak semua orang mampu melaksanakannya. Bapak dan Ibu yang hadir hari ini merupakan orang-orang pilihan yang menjalankan tugas di jalan Allah," ungkap Habibi.

Menurutnya, pelatihan pemulasaran jenazah menjadi sangat penting untuk meningkatkan kapasitas sekaligus menstandardisasi tata cara pemulasaran jenazah sesuai dengan ketentuan syariat dan kaidah yang berlaku.

"Pertama, karena ini bagian dari ibadah, maka harus dilaksanakan dengan ilmu. Kedua, pelatihan ini menjadi sarana untuk melakukan standardisasi karena selama ini setiap orang memiliki pengalaman dan guru yang berbeda-beda. Dan ketiga, saat ini diperlukan legalitas berupa sertifikat sebagai bentuk pengakuan kompetensi, terutama bagi pemandi jenazah yang nantinya mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah," jelasnya.

Habibi berharap, inisiatif yang dilakukan Kelurahan Ciwaduk dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Cilegon dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme pemandi jenazah, sehingga pelayanan sosial dan keagamaan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan dalam rangka mewujudkan Cilegon Juare. (*)

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |