Mantan Manajer Asal Irak Ngamuk di Bantul, Dua Satpam Jadi Korban Pukulan

3 hours ago 6

Kasus penganiayaanIlustrasi penganiayaan

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suasana siang di PT Chalabi Group Indonesia, Jetis, Bantul, mendadak ricuh pada Kamis (28/8/2025). Seorang pria berinisial MHH (39), warga negara asing asal Irak, tiba-tiba menerobos masuk ke area perusahaan dan melakukan penganiayaan terhadap dua petugas keamanan.

Informasi dari Polres Bantul menyebut, kejadian bermula sekitar pukul 12.30 WIB saat MHH melompati pagar perusahaan dan langsung menuju pos satpam. Ia meminta kunci kantor kepada Tumijan (48), petugas keamanan yang saat itu berjaga.

Permintaan itu berubah menjadi adu mulut. Tanpa banyak bicara, MHH melayangkan sikutan keras ke arah kepala Tumijan hingga korban tersungkur dengan memar di pelipis.

Teriakan korban membuat suasana makin tegang. Arifin Nur Rohman (26), rekan satpam lain yang berada tak jauh dari lokasi, bergegas membantu. Namun, upaya Arifin menahan tangan pelaku gagal. Dorongan keras membuatnya terjatuh dan mengalami luka.

Beberapa karyawan yang menyaksikan keributan itu akhirnya turun tangan. Mereka beramai-ramai menahan MHH agar tidak semakin brutal, sebelum kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Polisi Dalami Motif

PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan pelaku berhasil diamankan dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.

“Benar, pelaku adalah mantan manajer di perusahaan itu. Ia memaksa masuk ke kantor dan memicu keributan hingga melukai dua satpam,” jelas Rita, Jumat (29/8/2025).

Meski sudah tidak bekerja di PT Chalabi Group Indonesia, MHH disebut masih sering muncul di sekitar area kantor. Polisi belum memastikan apa motif sebenarnya, namun dugaan sementara ada kaitan dengan akses yang tak lagi dimilikinya.

Pelaku Terancam Proses Hukum

Dua korban, Tumijan dan Arifin, sudah mendapatkan perawatan medis. Meski kondisi mereka berangsur stabil, keduanya masih syok dengan tindakan mantan atasan yang berubah jadi agresif.

“Motif pelaku masih kami dalami. Yang jelas, tindak kekerasan terhadap warga tetap akan diproses hukum tanpa pandang bulu, termasuk bila pelakunya seorang WNA,” tegas Rita.

Kasus ini menambah daftar panjang peristiwa penganiayaan di Bantul. Polisi memastikan akan mengusut tuntas agar kejadian serupa tak terulang. [*] Berbagai sumber

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |