Mayat Bayi Terbungkus Plastik Gegerkan Warga Depok, Sleman

6 hours ago 6

ilustrasi mayat bayiIlustrasi mayat Balita | pixabay

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Dusun Sambilegi Kidul, Maguwoharjo, Depok, Sleman digegerkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki di bawah pohon beringin, Kamis (28/8/2025) pagi. Tubuh mungil itu ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dan terbungkus plastik hitam di dalam ember.

Kronologi bermula ketika seorang warga yang sedang mengangkut sampah di sekitar Jalan Durian mencium bau tak sedap dari sebuah ember berwarna hitam. Saat plastik di dalamnya dibuka, ia terperanjat melihat jasad bayi. Penemuan tersebut segera diberitahukan ke dukuh setempat, lalu diteruskan kepada aparat kepolisian.

Tak lama berselang, petugas Polresta Sleman bersama tim Inafis tiba di lokasi dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi pun dipasang untuk mengamankan area.

“Bayi berjenis kelamin laki-laki, panjang tubuh 47,5 cm, dengan tali pusar masih melekat. Dari hasil pemeriksaan medis, diperkirakan sudah meninggal sekitar enam jam sebelum ditemukan,” terang Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun.

Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menyatakan penyelidikan masih terus dilakukan guna mengungkap siapa pelaku yang tega membuang bayi tersebut.

Kasus Serupa

Penemuan bayi di bawah pohon beringin ini bukanlah yang pertama di wilayah Depok, Sleman. Pada akhir Juli lalu, kasus serupa juga terjadi di Muron, Nayan, Kalurahan Maguwoharjo.

Ketika itu, jasad bayi ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah kebun. Tubuhnya sudah membusuk hingga hanya tersisa kulit dan tulang, dengan panjang sekitar 36 cm. Jenazah disimpan dalam karung yang diletakkan di ember, lalu ditutup menggunakan handuk.

Menurut keterangan polisi, temuan tersebut berawal dari seorang warga yang sedang memanen ubi pada Selasa (22/7/2025). Beberapa hari setelahnya, ia melihat bekas galian ubi sudah tertutup tanah. Merasa curiga, gundukan itu dibuka kembali dan ternyata berisi karung berisi jasad bayi.

“Bayi saat itu tidak bisa diidentifikasi jenis kelaminnya karena sudah rusak. Kondisinya penuh belatung,” ungkap AKP Salamun, Sabtu (26/7/2025).

Dua peristiwa ini menambah daftar kasus pembuangan bayi di wilayah Sleman dalam waktu berdekatan. Aparat mengimbau masyarakat segera melaporkan jika mengetahui informasi yang dapat membantu pengungkapan kasus. [*] Berbagai sumber

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |