WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ada yang berubah di SMP Negeri 1 Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Persoalan numerasi yang sebelumnya masih menjadi tantangan kini mulai didorong dengan cara berbeda. Bukan hanya lewat latihan soal di kelas, tetapi melalui inovasi digital bernama PLATINUM atau Pelatihan Numerasi.
Hasilnya cukup mencolok. Berdasarkan data sekolah, rata-rata nilai asesmen matematika siswa meningkat dari 53,52% menjadi 67,03% setelah penerapan program tersebut.
Kenaikannya mencapai 13,51 poin persentase.
Pada saat yang sama, capaian latihan harian numerasi juga meningkat dari 41,74% menjadi 54,58%, atau bertambah 12,84 poin persentase.
Program tersebut disampaikan Kepala SMPN 1 Selogiri Agus Joko Sumarno, didampingi inisiator PLATINUM sekaligus Guru Bahasa Inggris Esti Handayani, Jumat (28/8/2026).
Agus Joko Sumarno mengatakan PLATINUM dirancang karena kemampuan numerasi tidak sebatas kemampuan menghitung. Siswa dituntut mampu membaca informasi, bernalar, menganalisis data hingga mengambil keputusan berdasarkan persoalan yang dihadapi.
“PLATINUM kita hadirkan karena numerasi bukan hanya soal berhitung. Anak-anak harus mampu bernalar, menganalisis, dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Ini sejalan dengan tuntutan keterampilan Abad 21 dan Kurikulum Merdeka,” kata Agus Joko Sumarno.
Program ini berangkat dari hasil evaluasi internal sekolah. Pada 2025, capaian indikator kemampuan numerasi SMPN 1 Selogiri tercatat 41,74%, sedangkan rata-rata nilai asesmen matematika berada di angka 53,52%.
Sekolah kemudian mengidentifikasi sejumlah persoalan. Pembelajaran yang terlalu prosedural dan berorientasi pada hafalan rumus menjadi salah satu tantangan. Selain itu, numerasi masih sering dipandang sebagai urusan guru matematika, sementara asesmen belum sepenuhnya mendorong kemampuan bernalar.
Masalah lain juga muncul pada proses evaluasi. Sebelum program diterapkan, umpan balik kepada siswa membutuhkan waktu rata-rata tiga hingga lima hari. Kondisi tersebut membuat proses remedial maupun pengayaan tidak bisa dilakukan secepat kebutuhan siswa.
Di sinilah PLATINUM mencoba mengubah pola tersebut.
Esti Handayani menjelaskan, PLATINUM menggabungkan platform digital, bank soal numerasi berbasis persoalan kehidupan sehari-hari dan sistem analitik yang memungkinkan hasil pengerjaan siswa dipantau secara langsung.
“Namanya PLATINUM karena kita ingin melatih anak dari sekadar ‘menghitung’ menjadi ‘bernalar dengan angka’. Siswa tidak hanya cari jawaban, tapi juga menjelaskan mengapa pakai strategi itu, bagaimana dapat jawabannya, dan apakah masuk akal,” ujar Esti Handayani.
Mekanismenya dimulai dari pemetaan kemampuan siswa melalui pre-test diagnostik. Setelah itu sekolah menyusun bank soal kontekstual yang diintegrasikan ke sistem PLATINUM.
Siswa kemudian mengerjakan latihan secara terstruktur, baik harian maupun mingguan. Hasil pengerjaan dapat dianalisis melalui dashboard sehingga guru bisa melihat perkembangan siswa dan menentukan intervensi yang diperlukan.
Yang membedakan, numerasi tidak hanya ditempatkan sebagai materi matematika.
Guru Bahasa Indonesia, misalnya, dapat menggunakan data sebagai bahan membaca dan memahami informasi. Guru IPA dapat memanfaatkan tabel atau grafik hasil percobaan, sedangkan guru IPS dapat menggunakan data kependudukan dalam pembelajaran.
Dengan pendekatan tersebut, sekolah ingin mengubah numerasi menjadi bagian dari budaya belajar, bukan sekadar target pada mata pelajaran tertentu.
“Yang paling baru, penguatan numerasi tidak berhenti di kelas. Kita jadikan budaya sekolah melalui pembiasaan, integrasi, asesmen, refleksi dan pemantauan berkala,” tambah Esti Handayani.
Ada lima pendekatan utama yang menjadi kekuatan PLATINUM:
✓ Soal berbasis kehidupan nyata, sehingga siswa tidak hanya berhadapan dengan angka dan rumus, tetapi persoalan yang dekat dengan keseharian.
✓ Melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi, termasuk bernalar, menganalisis, mengevaluasi dan memecahkan masalah.
✓ Lintas mata pelajaran, sehingga numerasi menjadi kemampuan yang digunakan bersama oleh berbagai guru.
✓ Berpusat pada siswa, melalui eksplorasi, diskusi, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
✓ Memanfaatkan teknologi digital, sehingga latihan lebih interaktif, terukur dan mengurangi ketergantungan pada bahan ajar berbasis kertas.
Dampak lainnya terlihat pada kecepatan evaluasi. Jika sebelumnya guru membutuhkan beberapa hari untuk memberikan umpan balik, melalui sistem digital hasil latihan dapat diketahui secara real-time.
Artinya, ketika siswa mengalami kesulitan pada materi tertentu, guru dapat lebih cepat menentukan langkah berikutnya, baik berupa remedial maupun pengayaan.
Agus Joko Sumarno menilai perubahan tersebut menunjukkan bahwa teknologi bukan sekadar alat tambahan dalam pembelajaran. Jika dipadukan dengan metode yang tepat, teknologi dapat membantu sekolah membaca kebutuhan siswa secara lebih cepat.
“Ini bukti bahwa teknologi dan pembelajaran kontekstual bisa mengubah mindset. Dari numerasi milik matematika menjadi numerasi milik semua mata pelajaran,” kata Agus Joko Sumarno.
Ke depan, SMPN 1 Selogiri menargetkan PLATINUM tidak berhenti sebagai sebuah program inovasi, tetapi berkembang menjadi budaya numerasi yang diterapkan secara konsisten.
Sekolah berharap siswa tidak hanya mampu memperoleh nilai lebih baik, tetapi juga terbiasa menggunakan angka dan informasi kuantitatif untuk memahami persoalan serta mengambil keputusan.
“Kami ingin melahirkan lulusan yang berpikir logis, kritis, kreatif, dan mampu menggunakan matematika untuk menghadapi persoalan nyata,” pungkas Agus Joko Sumarno.
Bagi SMPN 1 Selogiri, kenaikan nilai dari 53,52% menjadi 67,03% menjadi salah satu indikator awal bahwa perubahan pola pembelajaran mulai menghasilkan dampak. Tantangan berikutnya adalah memastikan peningkatan tersebut tidak berhenti sebagai angka, tetapi berkembang menjadi kemampuan bernalar yang benar-benar digunakan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.



















































