Kabar baik datang dari Liga Belanda. Skandal pelanggaran status kewarganegaraan atau paspoortgate yang menjerat empat pemain naturalisasi Indonesia dilaporkan sudah menemukan titik terang.
Sejumlah laporan resmi dari klub dan media Belanda menyebut keempat pemain Indonesia, yakni Dean James (Go Ahead Eagles), Nathan Tjoe-A-On (Willem II), Tim Geypens (FC Emmen), dan Justin Hubner (Fortuna Sittard) sudah diperbolehkan masuk ke dalam skuad klub masing-masing.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Sebelumnya, karena terjerat skandal paspoortgate, Dean James dan ketiga kompatriotnya terpaksa harus dikeluarkan dari skuad klub. Mereka harus absen membela klub sejak skandal paspor ini mencuat di media Belanda sejak Maret lalu.
Jangankan tampil, untuk berlatih bersama rekan satu klub saja tak boleh. Keputusan itu diambil masing-masing klub lantaran menunggu penyelesaian masalah tersebut sekaligus menghindari kemungkinan sanksi dari operator liga dan federasi sepak bola Belanda.
Lewat siaran berita resmi, klub Eerste Divisie (divisi kedua Liga Belanda) FC Emmen mengumumkan Tim Geypens sudah kembali berlatih bersama rekan-rekannya di lapangan. Menurut laporan klub berjuluk The Kannibals itu menyebut Geypens sudah mengantongi izin tinggal sementara yang berlaku sampai 2031.
"Tim Geypens diizinkan kembali bekerja sebagai pemain sepak bola di Belanda," bunyi kalimat yang dikutip dari situs resmi FC Emmen.
Klub Eerste Divisie lainnya, Willem II, juga merilis informasi serupa. Klub berjuluk Tricolores itu mengumumkan Nathan Tjoe-A-On sudah mendapatkan izin kerja yang diperlukan sesuai regulasi. Walhasil, bek kiri berusia 24 tahun itu sudah diperbolehkan masuk ke sarana pelatihan jelang laga berikutnya Willem II kontra Almere, Ahad, 12 April 2026.
"Tjoe-A-On sekali lagi memenuhi syarat untuk bermain dalam pertandingan mendatang," bunyi pernyataan resmi klub yang bermarkas di Stadion Koning Willem II itu.
Dari klub Eredivisie, Go Ahead Eagles, menyatakan bahwa jaksa independen sepak bola profesional KNVB telah menyelesaikan penyelidikan terhadap pemainnya, Dean James dan Richonell Margaret (Suriname). Hasilnya, tak ada sanksi disiplin yang dijatuhkan kepada pemain dan klub.
"Jaksa sepak bola profesional yang memutuskan untuk tidak menjatuhkan sanksi disiplin karena baik pemain maupun klub tidak mengetahui konsekuensi otomatis dari pengambilan kewarganegaraan selain Belanda,” tulis Go Ahead Eagles.
Karena itu, Dean James dan Richonell Margaret bakal masuk skuad dan tersedia untuk laga tandang melawan Groningen pada Ahad, 12 April nanti. Meski begitu klub masih dalam status waspada mengingat klub yang pertama melaporkan skandal paspoortgate, NAC Breda tidak menerima keputusan jaksa independen KNVB yang membebaskan Dean James dari hukuman disiplin. Mereka merasa dirugikan dan akan mengajukan banding, yang bisa memengaruhi hasil pertandingan dan posisi klasemen, termasuk potensi degradasi.
Klub Fortuna Sittard juga mengumunkan dua pemain mereka Justin Hubner dan Justin Lonwijk (Suriname) juga telah memenuhi syarat untuk tampil lagi di pertandingan resmi kompetisi. Klub berjuluk Fortunezen itu pun bisa menurunkan Hubner dan Lonwijk di laga berikutnya.
Skandal pelanggaran status kewarganegaraan ini bermula ketika klub NAC Breda mengajukan banding ke Federasi Sepak Bola Belanda atau KNVB usai kekalahan telak dari Go Ahead Eagles 0-6 dalam lanjutan Eredivisie pada 15 Maret lalu. Klub NAC keberatan lantaran Go Ahead Eagles memainkan Dean James yang sudah beralih kewarganegaraan menjadi Indonesia.
Klub tersebut menduga James telah melanggar aturan izin kerja di Belanda usai berstatus pemain non-Uni Eropa. Hasilnya, KNVB melanjutkan laporan banding tersebut dalam sebuah investigasi. Setidaknya ada 25 pemain yang diduga terlibat dalam skandal paspoortgate. Para pemain itu tercatat memiliki paspor Indonesia, Suriname, dan Cape Verde.
Berdasarkan regulasi hukum di Belanda, siapa pun yang telah menerima kewarganegaraan lain, maka ia harus menyerahkan paspor Belada mereka. Intinya, Belanda tidak mengizinkan pemain dengan kewarganegaraan ganda. Jika sudah tidak lagi berkewarganegaan Belanda, para pemain wajib mendaftarkan ulang izin kerja mereka. Jika tidak, dipastikan pemain tersebut sebagai pekerja ilegal.


















































