Perjalanan Wanda Ponika Merawat Seni Perhiasan Indonesia

1 hour ago 9

Pembukaan butik Wanda House of Jewel di Plaza Indonesia, Jakarta. Pembukaan ini dihadiri oleh beberapa selebritas, di antaranya Anggun, Rossa, Ello, dan Rizky Febian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pergeseran tren gaya hidup modern membawa perhiasan bernilai tinggi kini menjadi bagian dari ekspresi diri harian yang anggun namun santai. Napas baru ini terasa lewat kehadiran butik anyar Wanda House of Jewels di Plaza Indonesia.

Mengusung konsep quiet luxury, interior butik dirancang elegan dan modern tanpa kesan berlebihan. Suasana yang dihadirkan terasa hangat dan ramah, memberi ruang nyaman bagi para pencinta estetika untuk mengeksplorasi hingga mencoba beragam perhiasan yang pas dengan karakter personal mereka.

Identitas Wanda House of Jewels begitu melekat pada spesialisasi berlian D Color, kategori warna tertinggi dan paling murni dalam klasifikasi berlian. Bagi Wanda Ponika, sang pendiri, kilau kualitas berlian utama harus berjalan beriringan dengan kekuatan desain. Karya-karyanya identik dengan garis clean, sleek, dan klasik yang selaras dengan dinamika perempuan masa kini.

Di tangannya, berlian bertransformasi dari sekadar perhiasan acara pesta menjadi elemen pendukung penampilan sehari-hari yang effortless. Langkah Wanda di industri ini berakar dari passion yang terasah sejak muda.

Perjalanannya dimulai di usia 19 tahun saat ia memenangkan kompetisi desain perhiasan tingkat Asia, yang kemudian menjadi pintu masuk menuju karier profesionalnya. Dedikasi tersebut melahirkan Wanda House of Jewels, yang karya-karyanya kini menghiasi deretan figur publik ternama seperti Anggun, Rossa, Marcello Tahitoe, hingga pasangan Rizky Febian dan Mahalini. Meski jenamanya telah tumbuh pesat, Wanda tetap turun tangan langsung memimpin proses kreatif dan melahirkan sebagian besar koleksinya.

Pesona karya lokal ini pula yang memikat diva internasional Anggun untuk melangkah bersama sebagai House Ambassador. Anggun membagikan alasannya bersedia menerima pinangan tersebut karena melihat nilai seni yang kuat dalam setiap jengkal karyanya.

“Ini bukan toko perhiasan karena Wanda benar-benar seniman. Jadi, segala sesuatu ada atensinya. Mereka berkeputusan hanya memakai color D, yang paling atas,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Jumat (28/8/2026).

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |