Polda Jateng Tangkap 318 Orang yang Dituding Kelompok Anarko

19 hours ago 6

Personel kepolisian menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa di depan Mapolda Jateng, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (29/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Polda Jawa Tengah (Jateng) menangkap 318 orang yang dituding sebagai bagian dari kelompok anarko. Mereka ditangkap saat berdemonstrasi di depan Mapolda Jateng, Kota Semarang, Sabtu (30/8/2025). 

Pada Sabtu siang, ratusan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) lebih dulu menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Jateng. Sama seperti gelombang demonstrasi di sejumlah daerah, mereka menyerukan agar peristiwa kematian Affan Kurniawan diusut tuntas. Affan adalah pengemudi ojek online (ojol) yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob pada Kamis (28/8/2025) lalu. 

Selain itu, para mahasiswa Undip menyerukan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit untuk mundur dari jabatannya. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengungkapkan, unjuk rasa yang dilaksanakan para mahasiswa Undip berjalan lancar dan damai. Aksi yang dimulai sekitar pukul 12:45 WIB berakhir pukul 14:00 WIB. 

Sekitar pukul 15.00 WIB, terdapat sekelompok massa yang kembali berkumpul di depan Mapolda Jateng. "Pada pukul 15.15 WIB, kelompok ini melakukan aksi anarkis berupa perusakan fasilitas umum serta pelemparan batu dan benda keras ke arah petugas," ungkap Kombes Pol Artanto. 

Dia menambahkan, karena massa tak dapat diimbau, petugas akhirnya melakukan penangkapan. "Sebanyak 318 orang dari kelompok anarko sudah diamankan. Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan dan pendataan oleh Ditreskrimum Polda Jateng," ujar Artanto. 

Artanto mengimbau masyarakat, khususnya di Kota Semarang, agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Pada Jumat (29/9/2025) lalu, ratusan mahasiswa dan komunitas pengemudi ojol menggelar unjuk rasa di depan Mapolda Jateng. Mereka menuntut pelaku yang melindas almarhum Affan Kurniawan diadili dan dihukum seberat-beratnya. 

Menjelang sore, demonstrasi memanas. Massa mulai melempari petugas yang berbaris di balik gerbang utama Polda Jateng menggunakan botol air mineral. Bahkan ada pula yang melemparkan sejenis bom molotov. Polisi akhirnya berusaha membubarkan massa dengan menembakkan meriam air. 

Suasana di sepanjang Jalan Pahlawan ke arah Simpang Lima Semarang memanas hingga malam hari. Sekelompok massa membakar bangunan kantin dan tiga mobil yang terparkir di area belakang Kantor Gubernur Jateng. Selain itu, pos polisi yang berlokasi di Simpang Lima turut menjadi sasaran pembakaran.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |