PPK Ormawa BEM FISIP Undip Perkuat Kapasitas Petani Kopi Desa Lanjan Lewat Sharing Praktik Baik

1 day ago 30

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan Sharing Praktik Baik di Balai Desa Lanjan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas petani kopi melalui pembelajaran langsung dari local hero dan praktisi perkopian dalam mengembangkan usaha kopi yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dosen Pendamping PPK Ormawa BEM FISIP Universitas Diponegoro, Damaris Bernike Bellastuti serta Tim Task Force Universitas Diponegoro,  Daud Samsudewa, sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program di Desa Lanjan.

Sharing Praktik Baik menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang perkopian. Narasumber pertama, Muji Waluyo, merupakan local hero Desa Lanjan sekaligus penggagas dan pengembang Kopi 'Sejiwa Lan Java'. Berangkat dari potensi kopi yang dimiliki, ia berhasil mengembangkan berbagai inovasi pengolahan kopi melalui metode fermentasi sehingga menghasilkan cita rasa yang khas dan meningkatkan nilai tambah produk kopi lokal.

Dalam pemaparannya, Muji membagikan perjalanan membangun usaha, mulai dari proses belajar, tantangan yang dihadapi, pentingnya menjaga kualitas hasil panen, inovasi fermentasi, hingga penguatan legalitas usaha sebagai bekal memperluas akses pasar. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan usaha kopi tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga oleh konsistensi dalam menjaga mutu, keberanian berinovasi, serta kemampuan membangun jejaring usaha.

Sementara itu, Nugroho dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Banyubiru, Kabupaten Semarang, memberikan wawasan mengenai pengembangan usaha kopi dari sisi budidaya hingga pemasaran. Dalam materinya, ia menekankan pentingnya penerapan Good Agricultural Practices (GAP), peningkatan kualitas pascapanen, adaptasi terhadap perubahan iklim, serta penguatan kelembagaan petani agar mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing di pasar. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai strategi membangun usaha kopi yang berkelanjutan melalui peningkatan kualitas produk, inovasi, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi diskusi, yang menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan potensi kopi di Desa Lanjan.

"Kegiatan ini sangat berkesan. Pembelajaran mengenai standar kualitas kopi serta sinergi antara mahasiswa, petani kopi, dan karang taruna diharapkan dapat meningkatkan daya saing kopi Desa Lanjan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujar Muji dalam siaran pers yang diterima Republika, Senin (20/7/2026)

Melalui kegiatan Sharing Praktik Baik ini, Tim PPK Ormawa BEM FISIP Universitas

Diponegoro terus mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi kopi Desa Lanjan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas petani, meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk kopi, serta mendukung terwujudnya pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui Program Gerakan Kopi Berdaya.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |