Profil Ryan Adriandhy: Komika, Pendiri Stand Up Indo, dan Kreator di Balik Film Animasi Jumbo

21 hours ago 10

TEMPO.CO, Jakarta - Visinema Pictures telah mengumumkan bahwa film animasi terbarunya yang berjudul Jumbo akan dirilis di seluruh bioskop Indonesia saat lebaran 2025.

Film animasi Jumbo, disutradarai oleh Ryan Adriandhy, resmi tayang pada 31 Maret 2025 dan langsung mencuri perhatian publik. Dibalik kesuksesan tersebut terdapat proses panjang dan penuh tantangan yang memakan waktu lima tahun. Karya ini bukan hanya buah dari kerja keras Ryan, tetapi juga hasil kolaborasi ratusan talenta kreatif Indonesia yang bersatu untuk mewujudkan film animasi yang berkualitas tinggi dan sarat makna.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Proyek film animasi ini dimulai pada 2019, ketika Irfan Ramli dan Adrian Qalbi merancang ide awal cerita. Jumbo mengangkat isu yang relevan dengan kehidupan masyarakat, khususnya tentang seorang anak laki-laki bernama Don yang menjadi korban perundungan. Ia berusaha membuktikan dirinya lewat pertunjukan seni. Tema yang diangkat sangat dekat dengan realitas sosial Indonesia.

Jumbo diangkat dari tema kehidupan keluarga dan menyentuh isu sosial penting, yaitu perundungan terhadap anak. Pilihan tema ini tidak mengherankan, mengingat Visinema telah dikenal sebagai rumah produksi yang konsisten menyuguhkan cerita-cerita bernuansa kekeluargaan. Beberapa karya terdahulunya yang sukses antara lain Keluarga Cemara, Nussa, dan Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.

Yang membuat Jumbo semakin menarik adalah kenyataan bahwa film ini menjadi proyek film animasi panjang orisinal pertama dari Visinema Animation. Kursi sutradara dipercayakan kepada Ryan Adriandhy, komika dan animator. Berikut profilnya.

Profil Ryan Adriandhy Halim

Ryan Adriadhy kelahiran Jakarta pada 15 Juni 1990, merupakan anak tunggal dalam keluarganya. Masa kecilnya banyak dihabiskan bersama sepupu-sepupu karena ia tidak memiliki saudara kandung. Kecintaannya pada dunia animasi bermula dari hobinya membaca komik yang diberikan oleh sepupunya. Sejak kecil, ia senang menggambar dan sering belajar melalui tutorial menggambar di majalah anak-anak, salah satunya Majalah Bobo.

Karier profesional Ryan di dunia hiburan dimulai dari dunia stand-up comedy. Ia mencuri perhatian publik ketika menjadi juara pertama dalam kompetisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) musim pertama yang tayang di stasiun TV swasta pada 2011. Gaya komedinya yang cerdas, disertai dengan kemampuan impersonasi, membuatnya cepat dikenal dan digemari penonton.

Setelah sukses di panggung komedi, Ryan melebarkan sayap ke dunia akting. Popularitasnya semakin meningkat lewat penampilannya di web series Malam Minggu Miko yang ditulis oleh Raditya Dika. Kolaborasinya dengan Raditya menunjukkan bakat aktingnya, sekaligus memperluas jangkauan penonton yang mengenalnya.

Namun, Ryan tidak berhenti sampai di situ. Ia memutuskan untuk kembali mendalami animasi secara akademik dengan cara menempuh pendidikan S2 di bidang Film dan Animasi di Rochester Institute of Technology, Amerika Serikat. Selama masa studi, ia menciptakan sebuah film pendek Prognosis sebagai tugas akhirnya pada masa perkuliahannya. Karya ini juga berhasil meraih Piala Citra untuk Film Animasi Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia 2020.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Ryan bergabung dengan Visinema Animation dan ikut serta dalam berbagai proyek kreatif. Pengalamannya selama di Visinema membawanya ke proyek besar: menyutradarai Jumbo, film animasi panjang yang menjadi bukti transformasinya dari komika menjadi pembuat film animasi yang penuh visi.

Pilihan Editor: Lima Tahun Perjalanan Kreatif Film Animasi Jumbo Karya Ryan Adriadhy dkk

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |