Puncak Arus Balik Lebaran Dimulai, Ini Tips Persiapan yang Sebaiknya Dilakukan Buat Balik

5 hours ago 9

TEMPO.CO, Jakarta - BUMN operator jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), memperkirakan arus balik Lebaran 2025 akan mencapai puncaknya pada hari ini 5-6 April 2025. Lonjakan kendaraan ini bertepatan dengan H+3 hingga H+5 setelah Idul Fitri.

"Untuk perkiraan mungkin antara sekitar tanggal 5 atau tanggal 6 April untuk perkiraan (puncak) arus balik. Tentunya kita akan melakukan updating terus," kata Direktur Bisnis Jasa Marga, Reza Febriano, Jumat, 28 Maret 2025, dikutip dari Antara.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dalam mempersiapkan arus balik ini, pemudik diimbau untuk melakukan persiapan sebelum kembali ke perantauan. 

Dikutip dari laman Antara, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan pentingnya membawa perlengkapan darurat.

"Pemudik arus balik wajib membawa perlengkapan darurat umum seperti P3K, segitiga pengaman, dongkrak, dan senter," ujarnya.

Keempat perlengkapan ini sangat esensial untuk perjalanan jauh. Kotak P3K berfungsi sebagai penanganan pertama saat terjadi cedera ringan. Segitiga pengaman menjadi tanda peringatan bagi pengendara lain saat kendaraan mengalami masalah. Sementara dongkrak berguna jika ban perlu diganti, dan senter sangat diperlukan dalam kondisi gelap.

"Keempat perlengkapan ini dapat membantu memastikan bahwa pengemudi dan penumpang tetap aman dan dapat mengatasi kendala yang mungkin muncul selama perjalanan jauh."

Selain itu, pemudik disarankan membawa kunci-kunci dasar, obeng, tang, kabel jumper, serta cairan tambahan seperti oli dan air radiator untuk mengantisipasi kemungkinan kendala teknis di jalan.

Tips Berkendara Saat Arus Balik

Dilansir dari berbagai sumber, agar perjalanan tetap lancar dan aman ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pemudik sebagai berikut.

1. Pilih Waktu yang Tepat

Menentukan tanggal arus balik merupakan titik awal seseorang mempersiapkan segala hal. Penting untuk pengemudi menentukan tanggal yang tepat. Mengatur waktu keberangkatan dapat menghindarkan dari kemacetan parah. PT Lintas Marga Sedaya (LMS) mengimbau pengguna jalan tol untuk menghindari perjalanan pada puncak arus balik.

Pengemudi dapat memantau berita yang ada di televisi, online, radio, dan lain-lain terkait arus balik, untuk mengetahui perkiraan lonjakan pemudik yang akan kembali dari kampung halaman. 

2. Cek Kondisi Kendaraan

Penting bagi pengemudi melakukan pengecekan kembali sebelum kembali dari kampung halaman. Maka, sebelum berangkat, pastikan kendaraan dalam kondisi prima. Periksa rem, lampu, AC, oli, dan bahan bakar agar perjalanan lebih aman. Saat berkendara malam hari, pencahayaan yang baik sangat penting untuk visibilitas.  Cek kondisi telapak, kompon, dan tekanan angin ban dalam kondisi layak jalan. 

3. Pantau Cuaca dan Rute Perjalanan

Memahami rute yang akan dilalui serta mengecek kondisi cuaca dapat membantu pemudik mengantisipasi hambatan di jalan.

4. Jangan Memaksakan Diri

Mengemudi dalam keadaan lelah meningkatkan risiko kecelakaan. Jika mulai mengantuk, segera istirahat di rest area sebelum melanjutkan perjalanan. Persiapan fisik dan mental saat arus balik penting untuk diperhatikan. Hal ini karena, kondisi fisik dan mental berpengaruh besar terhadap kondisi psikis pengemudi. Dengan kondisi yang lebih prima, risiko perubahan emosi karena macet atau kelelahan akan lebih mudah untuk dihindari. Penting bagi pengemudi untuk istirahat yang cukup sebelum memulai arus balik.

5. Memasang GPS

Penggunaan GPS atau Global Positioning System saat mengemudi di arus balik terbukti sangat membantu pengemudi. Salah satu manfaat GPS dalam penentuan arah, dapat menjadi salah satu cara pengemudi dalam mencari jalan alternatif di tengah kemacetan saat arus balik terjadi. 

6. Hindari Muatan Berlebih

Saat kembali dari kampung halaman, biasanya pemudik akan membawa barang lebih banyak dari saat berangkat untuk mudik, salah satunya yakni membawa banyak oleh-oleh saat kembali ke kota asal. Namun, perlu diperhatikan untuk tidak memaksakan membawa barang terlalu banyak pada kendaraan karena hal ini akan berpengaruh pada kinerja kendaraan yang digunakan. Kendaraan yang membawa beban yang lebih berat akan bekerja dua kali lebih keras dan tentunya hal ini akan berpengaruh pada konsumsi BBM yang pengemudi gunakan. Pertimbangkan menggunakan jasa ekspedisi untuk barang bawaan.

  1. Beristirahat

Penting bagi pengemudi untuk tidak memaksakan tubuh yang lelah untuk tetap mengemudi. Istirahat penting untuk dilakukan terlebih saat menghadapi perjalanan jarak jauh. Lakukan istirahat minimal 2 jam sekali atau bergantian mengemudi, agar tubuh tetap fit. Pastikan juga membawa makanan dan minuman yang cukup untuk menghilangkan rasa lapar selama mengemudi.

6. Waspadai Kejahatan

Selalu waspada dan sigap saat mengemudi di jalan karena kejahatan dapat terjadi setiap saat. Saat akan beristirahat di pastikan lokasi yang dipilih aman. Pastikan sebelum beristirahat kondisi mobil dalam keadaan terkunci dan barang bawaan dalam kondisi aman.

8. Taati Aturan Lalu Lintas

Pengguna jalan wajib mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Mengemudi dengan kecepatan tinggi, tidak mengenakan sabuk pengaman, atau mengabaikan rambu lalu lintas dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan memberi pengemudi ruang lebih untuk bereaksi terhadap perubahan situasi di jalan, termasuk pengereman mendadak yang bisa terjadi kapan saja.

9. Siapkan Hiburan untuk Perjalanan Jauh

Perjalanan panjang bisa terasa membosankan. Musik, podcast, atau radio dapat menjadi pilihan hiburan tanpa mengganggu fokus berkendara.

Demikian persiapan yang dapat dilakukan bagi para pemudik dalam menghadapi arus balik lebaran, pastikan sebelum berangkat untuk dapat mempersiapkan semuanya dengan baik agar perjalanan dapat terasa aman dan nyaman. 

Zulkifli Ramadhani, Kakak Indra Purnama, dan Antara berkontribusi dalam penulisan artikel ini. 

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |