Sulap Perpustakaan Serengan Jadi Pusat Kreativitas, Tim Ormawa DKVISKA Lolos Abdidaya 2025

1 month ago 70
Anggota Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual ISI Surakarta (HIMADKV) berpose bersama anggota perpustakaan Serengan, Solo | Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual ISI Surakarta (HIMADKV) kembali menorehkan pencapaian membanggakan. Melalui program pengabdian bertajuk PETRACURE, tim PPK Ormawa DKVISKA menjadi satu-satunya perwakilan ISI Surakarta yang berhasil menembus ajang nasional Abdidaya 2025 yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Babak final kompetisi itu akan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, pada 4–7 Desember 2025.

Program yang diusung tim berangkat dari upaya menghidupkan kembali Perpustakaan Serengan di Kecamatan Serengan, Surakarta. Ruang baca sederhana di kawasan padat penduduk itu kini menjelma menjadi pusat aktivitas kreatif dan literasi yang dinamis, berkat serangkaian kegiatan kolaboratif yang memadukan seni, budaya, dan teknologi.

Ketua tim, Athalya Saffa Nurjaman, menjelaskan bahwa PPK Ormawa DKVISKA mengambil posisi sebagai penggerak pendidikan nonformal yang inklusif dan merangkul semua kalangan.
“Kami fokus pada satu tujuan: menjadikan Perpustakaan Serengan sebagai jantung literasi dan kebudayaan bagi warga,” ujarnya, seperti dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.

Dalam pelaksanaannya, PETRACURE menghadirkan berbagai workshop tematik. Mulai dari pembuatan tumpeng Mangkunegaran sebagai media edukasi gizi dan pelestarian kuliner, hingga pelatihan membuat blangkon mini untuk mendorong ekonomi kreatif warga. Ada pula kegiatan 5R berbasis Arduino guna meningkatkan kepedulian lingkungan, pelatihan mendongeng bagi anak-anak, sampai edukasi pemasaran digital untuk UMKM setempat.

Dosen pendamping, Ipung Kurniawan Yunianto, M.Sn., menilai kerja tim DKVISKA mencerminkan karakter khas ISI Surakarta yang mengedepankan seni dan budaya sebagai medium transformasi sosial.
“Tim kami menampilkan praktik terbaik yang sesuai dengan keahlian kami. Ini adalah representasi bagaimana seni dan budaya bisa memberikan kontribusi positif dan membangun peradaban,” terangnya.

Menghadapi 67 universitas yang ikut serta di Abdidaya Ormawa 2025, Ipung tetap penuh harapan.
“Doa dan dukungan dari masyarakat Serengan adalah modal kami. Kami datang ke Malang bukan hanya untuk menang, tetapi untuk bertukar ilmu dan inspirasi, membawa pulang pembelajaran berharga untuk kemajuan bersama,” pungkasnya.

Abdidaya Ormawa merupakan ajang tahunan yang digelar Kemendiktisaintek untuk memberikan apresiasi kepada organisasi mahasiswa yang menjalankan program pemberdayaan dan pengabdian kepada masyarakat secara inovatif dan berdampak luas. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |