Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara resmi meresmikan Panggung Sangga Buwana (Songgobuwono) dan Museum Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Selasa (16/12/2025) malam. AndoSOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara resmi meresmikan Panggung Sangga Buwana (Songgobuwono) dan Museum Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Selasa (16/12/2025) malam. Peresmian ini menandai rampungnya tahap awal revitalisasi aset bersejarah yang menjadi ikon kebudayaan Jawa tersebut.
Dalam sambutannya, Fadli Zon mengungkapkan kekagumannya terhadap nilai historis Panggung Sangga Buwana. Bangunan ikonik berbentuk persegi delapan setinggi 30 meter ini tercatat pernah menjadi bangunan tertinggi di Jawa Tengah pada era Pakubuwono (PB) III.
“Bangunan ini memiliki makna mendalam tentang pemimpin yang dipilih oleh rakyat. Secara sejarah, fungsinya juga unik; mulai dari pengawasan di era kolonial Belanda hingga tempat raja bermeditasi,” papar Fadli Zon.
Fokus Revitalisasi: Pelestarian dan Standar Internasional
Kementerian Kebudayaan tidak hanya memugar Panggung Sangga Buwana yang sempat terbakar hebat pada tahun 1954, tetapi juga melakukan pembenahan besar-besaran pada area Museum Keraton.
Revitalisasi museum difokuskan pada:
- Perbaikan infrastruktur bangunan cagar budaya.
- Penyempurnaan ruang pamer dengan tata letak (layout) yang lebih modern.
- Standar permuseuman yang sesuai kaidah cagar budaya namun tetap menarik bagi wisatawan.
“Kita berharap museum ini bisa menjadi pusat edukasi. Saya membayangkan ke depan Keraton Solo bisa menjadi pusat wisata budaya dan sejarah yang unggul,” tambah Menteri Kebudayaan.
Soroti Ketidakhadiran PB XIV Purboyo
Di tengah suasana peresmian, ketidakhadiran sosok Sinuhun PB XIV Purboyo menjadi sorotan. Menanggapi hal tersebut, Fadli Zon menegaskan bahwa pemerintah telah mengundang semua pihak tanpa terkecuali.
“Kita mengundang semua pihak di bawah payung Negara Republik Indonesia. Kami ingin suasana kondusif agar cagar budaya tetap terawat,” jelasnya.
Fadli Zon juga menyayangkan absennya beberapa pihak dalam diskusi resmi yang sebelumnya digelar di Jakarta. “Itu menjadi catatan kami. Namun, semua tetap kami undang. Untuk pertemuan selanjutnya, nanti kita lihat,” tandasnya.
Bantah Isu Nepotisme, Tekankan Profesionalitas
Terkait isu netralitas kementerian karena adanya putri Maha Menteri Tedjowulan yang bekerja di kementeriannya, Fadli Zon membantah keras adanya pengaruh subjektif dalam proyek revitalisasi ini.
“Ini profesional, tidak ada hubungannya. Saya kenal semua pihak, baik dari pihak Sinuhun PB XIII maupun Tedjowulan. Saya juga mengenal Lembaga Dewan Adat (LDA). Kita ingin yang terbaik untuk masa depan Keraton sebagai warisan budaya masyarakat Indonesia,” pungkasnya. Ando
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.


















































