Warga Desa Pengkok Sragen Murka Dampak Mati Listrik Setiap Hari Bikin Satu Wilayah Gelap Gulita, PLN Diminta Segera Turun Tangan

3 days ago 68
Dampak mati listrik setiap malam masyarakat Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jateng menggelar aksi protes bersama pada Kamis (17/9/2026) malam || Huri Yanto

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Heboh warga ramai-ramai menggeluhkan buruknya pelayanan dari PT PLN (Persero) UP3 Surakarta di wilayah Kabupaten Sragen, kabar mencuatnya kekecewaan warga ini di picu adanya mati listrik pada malam hari. Bahkan wilayah satu desa gelap gulita di wilayah Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Bahkan aksi warga sempat terekam kamera dan terlihat para warga berkumpul di area perempatan desa lantaran tak tahan lagi menghadapi pemadaman listrik berkali-kali yang terjadi hampir setiap malam tersebut.

​Aksi kumpul warga tersebut menjadi bentuk luapan emosi spontan. Puncaknya terjadi tepat selepas magrib, saat kawasan pemukiman yang mencakup sedikitnya lima wilayah Rukun Tetangga (RT) mendadak gelap gulita. Bagi warga, masalah utama bukan sekadar durasi padamnya listrik, melainkan frekuensinya yang terbilang ekstrem.

​”Hampir setiap hari (mati lampu, Red). Selepas magrib, kadang pagi, siang juga. Sehari bisa sampai dua hingga tiga kali mati lampu,” kata Pakdhe Gi, salah satu warga pada awak media Kamis (17/9/2026).

​Kondisi biar-pet yang terus berulang tanpa kepastian membuat ritme aktivitas harian warga terganggu. Kekesalan makin menjadi-jadi sebab warga merasa telah menunaikan kewajibannya membayar tagihan listrik secara tepat waktu.

​Kepala Desa Pengkok, Sugimin Cokro, membenarkan adanya gelombang kekecewaan dari warganya tersebut. Meski demikian, pihaknya bergerak cepat memastikan massa agar situasi tidak memanas atau mengarah pada tindakan anarki.

​”Penyebabnya jelas bukan karena warga menunggak bayar listrik. Soal pembayaran, warga lunas semua. Kemungkinan ada masalah teknis seperti trafo, tapi yang lebih paham tentu petugasnya,” jelas Sugimin.

​Guna meredam tensi warga, Sugimin mengaku langsung menjalin komunikasi intensif dengan pihak PLN. Berdasarkan koordinasi awal, pihak PLN mengklaim sedang melakukan penanganan teknis di lapangan.

​”Saya sudah komunikasi dengan petugas PLN. Dari keterangan mereka, saat ini memang ada upaya penggantian material di jalur penyulang wilayah sini,” pungkasnya.

​Warga berharap koordinasi tersebut bukan sekadar janji di atas kertas. Mereka mendesak PLN segera menuntaskan pembenahan infrastruktur kelistrikan di Kedawung agar hak masyarakat mendapatkan pasokan listrik yang stabil dan layak dapat terpenuhi. Huri Yanto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |