WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Area branggang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Wonogiri kini dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Sebanyak 169 ekor ayam petelur mulai dipelihara sebagai bagian dari program ketahanan pangan sekaligus pembinaan keterampilan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Program ini tidak hanya berfokus pada pemeliharaan ternak, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada WBP dalam mengelola usaha peternakan. Mereka dilibatkan dalam berbagai tahapan, mulai dari persiapan kandang hingga perawatan ayam secara rutin.
Pembinaan ayam petelur tersebut dilaksanakan dengan pendampingan petugas Lapas Wonogiri. WBP dibekali pengetahuan mengenai kebutuhan dasar ayam, termasuk penyediaan air minum, pakan, kebersihan kandang, serta pemantauan kondisi kesehatan ternak.
Salah satu WBP yang mengikuti kegiatan itu, BR, mengatakan pembinaan peternakan memberikan pengalaman baru yang dapat dikembangkan menjadi keterampilan setelah menjalani masa pidana.
“Kami belajar mulai dari menyiapkan kandang, mengatur tempat makan dan minum, sampai menjaga kebersihan dan kondisi ayam. Harapannya kegiatan ini bisa terus berjalan sehingga kami semakin memahami cara merawat ayam petelur dengan baik,” ujar BR, Selasa (22/9/2026).
Pengembangan peternakan ayam petelur ini masih berada pada tahap awal. Lapas Wonogiri akan melakukan evaluasi terhadap perkembangan ayam dan hasil pemeliharaan sebelum menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan penambahan jumlah ternak.
Pemanfaatan area branggang untuk budidaya ayam petelur menjadi bagian dari upaya Lapas Wonogiri mengembangkan kegiatan pembinaan yang bersifat produktif. Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan ini diarahkan untuk membekali WBP dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah mereka menyelesaikan masa pembinaan.
Dengan adanya kegiatan tersebut, WBP memperoleh kesempatan untuk belajar mengelola peternakan secara langsung, sementara lahan Lapas dapat dimanfaatkan untuk aktivitas yang memiliki nilai produktif. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.


















































