epa08249315 Iranian Deputy-Foreign Ministers Abbas Araghchi (C) attends an extraordinary JCPOA Joint Commission meeting at the Palais Coburg, in Vienna, Austria, 26 February 2020. The Joint Commission of the Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) at a Political Directors
REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, telah tiba di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, pada Senin sore waktu setempat. Kedatangannya memimpin delegasi diplomatik Iran bertujuan untuk berpartisipasi dalam rangkaian diskusi pada Sidang Tahunan Majelis Umum PBB.
Selain berpartisipasi dalam pembahasan berbagai agenda Sidang Majelis Umum PBB dan menyampaikan posisi resmi Republik Islam Iran, Menlu Iran dijadwalkan menggelar serangkaian pertemuan bilateral serta konsultasi dengan sejumlah pejabat tinggi dan menteri luar negeri negara-negara peserta sidang, tulis pernyataan resmi dari Kemenlu Iran.
Sidang Majelis Umum PBB ke-81 yang mengusung tema "Renewing Trust in the United Nations" dibuka secara resmi pada Selasa dengan pidato pembuka dari para kepala negara dan pemerintahan.
Araghchi tiba di New York di tengah persiapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin negara Teluk, sekaligus mempertimbangkan kemungkinan pertemuan dengan Presiden Iran.
Laporan media Iran dan Turki menyebutkan bahwa Menlu Abbas Araghchi bertolak ke New York melalui Doha. Di ibu kota Qatar tersebut, ia sempat menggelar konsultasi dengan pejabat setempat mengenai dinamika dan perkembangan situasi di kawasan sebelum melanjutkan penerbangan ke AS.
Intensitas diplomasi ini berlangsung saat Washington dan Teheran masih terjebak dalam konflik yang berlarut-larut selama beberapa bulan terakhir, sementara para mediator berupaya menghidupkan kembali meja perundingan. Iran dilaporkan telah menyampaikan syarat-syarat untuk memulai kembali negosiasi dengan AS melalui perantara Qatar.

1 hour ago
18
















































