Ini 5 Ucapan yang Sebaiknya Dihindari kepada Orang yang Sedang Berduka

12 hours ago 12

CANTIKA.COM, Jakarta - Dalam situasi berduka, niat kita biasanya ingin menghibur. Namun bukan berarti semua yang terucap membantu. Ada kalanya ungkapan yang terdengar “baik” justru membuat orang berduka merasa lebih tertekan, diabaikan, atau disalahpahami.

Berikut lima ucapan yang sebaiknya dihindari, lengkap dengan alasan kenapa ucapan itu bisa terasa menyakitkan dan konteks yang lebih tepat untuk dipahami pembaca.

1. “Aku tahu bagaimana perasaanmu.”

Ini adalah salah satu ucapan yang paling sering dianggap berempati, tetapi justru dapat terasa meremehkan. Setiap hubungan dan proses berduka itu berbeda, dan pengalamanmu sendiri tidak selalu sama dengan apa yang sedang mereka rasakan. Dengan berkata seperti ini, kamu bisa mengasumsikan emosi mereka padahal kamu tidak benar-benar tahu apa yang mereka rasakan.

2. “Dia pasti berada di tempat yang lebih baik/Ini yang terbaik.”

Kalimat ini sering dianggap sebagai cara untuk memberi penghiburan berdasarkan keyakinan atau logika tertentu. Namun bagi banyak orang yang berduka, kenyataannya adalah kehilangan itu masih terasa nyata dan menyakitkan, dan anggapan bahwa ada makna lebih besar atau “akhir yang baik” bisa terdengar mengabaikan kesedihan mereka.

3. “Setidaknya dia hidup cukup lama / Setidaknya dia tidak lagi menderita.”

Ucapan yang dimulai dengan “setidaknya…” sering muncul dari keinginan untuk mencari “hal positif” dari situasi tragis. Meski niatnya baik, hal ini bisa membuat orang yang berduka merasa bahwa rasa sakit mereka dipaksa diminimalkan atau diselesaikan secara logis — padahal rasa kehilangan itu sendiri tidak hilang begitu saja.

4. “Semua terjadi karena suatu alasan / Ini adalah rencananya.”

Menurut banyak ahli, ini termasuk dalam sekumpulan platitude yang mencoba menjelaskan sesuatu yang tidak masuk akal. Pernyataan seperti ini dapat terdengar seolah-olah kamu sedang mencari makna atau “pelajaran hidup” dari tragedi yang dialami orang lain — yang sering kali memberi kesan meremehkan rasa kehilangan mereka.

5. “Kamu harus kuat / Kamu akan cepat sembuh.”

Mendorong seseorang untuk “kuat” atau “cepat bangkit” bisa terlihat seperti tekanan tersamar agar mereka mengatur waktu berduka secara cepat. Padahal, proses berduka itu tidak linier dan setiap orang akan melalui masa sedihnya dengan tempo berbeda. Menyuruh mereka kuat atau cepat pulih sama saja dengan memberi batas tak terlihat pada proses emosional mereka.'

Grief atau duka adalah pengalaman emosional yang sangat personal. Saat kita berusaha menghibur, menggunakan kata-kata yang tepat bisa membuat semua perbedaan. Kata yang keliru, meskipun baik niatnya, justru bisa terasa menyakitkan atau mengabaikan perasaan mereka.

Seseorang yang berduka tidak membutuhkan jawaban yang cepat atau penjelasan logis atas tragedi yang dialaminya. Lebih dari itu, mereka perlu ruang untuk merasakan emosinya tanpa dihakimi atau dipaksa mengubah perasaan itu menjadi sesuatu yang positif sebelum waktunya tepat.

Bagaimana Sebaiknya Kita Menyikapi?

Daripada sekadar mengucapkan kalimat klise, banyak ahli menyarankan agar kita lebih fokus pada empati, kehadiran, dan ruang untuk mendengar. Pendekatan ini menghargai proses individu seseorang dan memberikan dukungan penuh tanpa meminimalkan pengalaman mereka.

Kamu bisa menggunakan pendekatan yang lebih empatik seperti mengakui kesedihan mereka tanpa asumsi dan mendengarkan dengan penuh perhatian tanpa menginterupsi. Kamu juga dapat memberi dukungan yang nyata melalui tindakan, bukan sekadar kata-kata dan menyampaikan bahwa kamu siap hadir untuk mereka, kapan pun dibutuhkan.

Ketika seseorang berduka atas kehilangan orang yang dicintai, kata-kata yang tepat bukan hanya tentang apa yang diucapkan, tetapi bagaimana kita menghadirkan diri secara tulus dan mendengarkan tanpa menghakimi. Hindari ucapan yang meremehkan, terlalu logis, atau memberi batasan pada proses berduka mereka. Dukungan terbaik sering datang dari perhatian yang tulus, empati, dan kesediaan untuk berjalan bersama mereka melalui masa sulit itu.

Pilihan Editor: Potret Keakraban Lula Lahfah bersama Keluarga di Momen Spesial

SUE RYDER | LOVE TO KNOW

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |