Menakar Autentisitas Konten Lewat Pencarian Gambar Terbalik

6 hours ago 14

HALO, pembaca nawala Cek Fakta Tempo!

Pencarian gambar terbalik atau reverse image search merupakan teknik menelisik informasi di internet berbasis visual. Berbeda dengan mesin pencari teks, fitur ini mengharuskan pengguna mengunggah gambar atau foto sebagai basis pelacakan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Teknik ini bukan barang baru karena TinEye telah meluncurkan produk komersial sejak 2008 dan Google menyusul pada 2011. Fitur tersebut membantu pengguna menelusuri pangkalan data gambar di jaringan internet. Kini, pesatnya teknologi akal imitasi membuat alat pencarian gambar terbalik semakin powerful.

Teknik ini menyuguhkan segudang manfaat bagi jurnalis maupun warganet. Fitur pencarian gambar terbalik memungkinkan pengguna memeriksa keaslian foto atau gambar hasil manipulasi sekaligus melacak lokasi publikasi perdananya.

Pengguna juga bisa mengidentifikasi objek seperti produk, makanan, hingga lokasi tertentu melalui hasil pencarian ini. Selain menjadi rujukan belanja atau wisata, fitur tersebut berguna untuk berburu gambar dengan resolusi tertinggi. Manfaat lain yang tak kalah krusial adalah melacak penggunaan karya visual secara ilegal oleh pihak lain.

Mendeteksi Deepfakes

Piranti pencarian gambar terbalik menjadi salah satu senjata ampuh mengendus manipulasi foto atau video berbasis akal imitasi (deepfakes). Tim Cek Fakta Tempo telah membedah ratusan konten rekayasa visual para pesohor yang bertujuan meraup cuan, kepentingan politik, atau merusak reputasi tokoh tertentu. 

Berikut ini adalah alat-alat terbuka pencarian gambar terbalik yang dapat Anda gunakan secara gratis:

Google mengintegrasikan fitur ini dalam Google Lens yang dapat diakses melalui laman https://images.google.com/ maupun ponsel. Pengguna cukup menekan ikon kamera pada peramban untuk mengunggah konten atau menempelkan tautan gambar. Keunggulan Lens terletak pada kemampuan mengolah sinyal tambahan seperti kata kunci, bahasa, dan metadata situs guna menentukan akurasi serta relevansi hasil pencarian.

Microsoft menyuguhkan Bing Image melalui situs https://www.bing.com/images. Serupa dengan Lens, proses pelacakan bermula dengan menekan ikon kamera. Tersedia dua pilihan cara yakni mengunggah foto atau mengaktifkan kamera perangkat secara langsung. 

Raksasa teknologi Rusia, Yandex, menyediakan layanan https://yandex.com/images dengan mekanisme penggunaan yang identik melalui ikon kamera. Kekuatan Yandex menonjol pada akurasi penelusuran foto-foto di wilayah Eropa dan bekas negara Uni Soviet yang sering kali luput dari deteksi alat lain. 

Layanan asal Toronto, Kanada, ini memungkinkan pengguna menyeret (drag), menempel, atau mengunggah gambar ke sistem. TinEye menjamin privasi data pencarian sehingga menjadi pilihan utama bagi pengguna yang mengutamakan keamanan informasi. Namun, keterbatasan basis data membuat TinEye gagal memunculkan hasil jika gambar belum masuk dalam indeks mereka.

Apakah Anda pernah mencoba salah satu alat di atas? Jika iya, mana favorit Anda?

Ada Apa Pekan Ini?

Dalam sepekan terakhir, klaim yang beredar di media sosial didominasi isu perang Iran-Israel dan Amerika. Buka tautannya ke kanal Cek Fakta Tempo untuk membaca hasil periksa fakta berikut:

Kenal seseorang yang tertarik dengan isu disinformasi? Teruskan nawala ini ke surel mereka. Punya kritik, saran, atau sekadar ingin bertukar gagasan? Layangkan ke sini. Ingin mengecek fakta dari informasi atau klaim yang anda terima? Hubungi Tipline kami.

Ikuti kami di media sosial:

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |