Rutin Makan Makanan Fermentasi? Ini Efeknya ke Usus

1 day ago 18

CANTIKA.COM, JakartaBelakangan, makanan fermentasi seperti kimchi, yoghurt, dan kombucha semakin sering disebut sebagai kunci usus sehat. Tapi apa yang benar-benar terjadi pada tubuh jika kamu mengonsumsi satu makanan fermentasi setiap hari? Dari perubahan pencernaan hingga dampaknya pada daya tahan tubuh, para ahli gizi mengungkap bagaimana mikroba baik bekerja di dalam usus.

Apa Itu Fermentasi?

Fermentasi adalah proses alami yang melibatkan mikroba bermanfaat, sering disebut sebagai bakteri baik, yang mengubah struktur makanan.

Suatu makanan dianggap difermentasi ketika bakteri atau ragi memecah gula dan pati dari waktu ke waktu, mengubah makanan dan membuat nutrisinya lebih mudah diserap oleh tubuh,” kata Meena Malhotra, Pendiri Heal n Cure Medical Wellness Center dikutip dari laman Real Simple.

Proses ini tidak hanya membantu mengawetkan makanan, tetapi juga meningkatkan kualitas nutrisinya. Saat fermentasi terjadi, kandungan nutrisi menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh.

Hal serupa disampaikan Jessica Corwin, ahli gizi terdaftar. “Fermentasi terjadi ketika mikroba seperti bakteri atau ragi memecah gula dan pati, meningkatkan daya cerna dan meningkatkan ketersediaan hayati nutrisi tertentu,” ujarnya. Hasil akhirnya adalah makanan yang lebih ramah untuk usus dan mendukung kesehatan mikrobioma.

Kaitan Makanan Fermentasi dan Mikrobioma Usus

Salah satu manfaat utama makanan fermentasi terletak pada pengaruhnya terhadap mikrobioma usus, ekosistem kompleks yang terdiri dari triliunan bakteri yang berperan penting dalam pencernaan, sistem imun, peradangan, bahkan suasana hati.

“Salah satu manfaat terbesar makanan fermentasi adalah makanan tersebut memperkenalkan mikroba hidup, yang membantu mendukung lingkungan usus yang lebih sehat dan seimbang,” kata Malhotra.

Berbeda dengan suplemen probiotik yang biasanya hanya mengandung beberapa jenis bakteri tertentu, makanan fermentasi mengandung mikroba hidup lengkap bersama serat dan enzim alami.

“Makanan fermentasi secara alami menggabungkan serat, enzim, dan bakteri bermanfaat, sementara suplemen cenderung lebih terarah dan spesifik terhadap jenis bakteri tertentu,” jelasnya.

Apa yang Terjadi Jika Kita Makan Makanan Fermentasi Setiap Hari?

Bagi banyak orang, menambahkan satu porsi makanan fermentasi ke dalam menu harian bisa memberikan perubahan yang cukup terasa.

“Ketika orang mulai mengonsumsi makanan fermentasi secara teratur, mereka sering kali merasakan pencernaan yang lebih baik, perut kembung yang berkurang, dan buang air besar yang lebih teratur dalam waktu singkat,” ucap Malhotra.

Menurut Corwin, kebiasaan ini juga membantu meningkatkan keanekaragaman mikroba usus, salah satu indikator utama kesehatan pencernaan.

“Mengonsumsi makanan fermentasi secara teratur dapat membantu meningkatkan keanekaragaman mikroba, yang merupakan salah satu penanda terpenting dari usus yang sehat,” katanya.

Meski demikian, tidak semua orang langsung merasa nyaman di awal. “Beberapa orang mungkin merasakan sedikit kembung saat mikrobioma beradaptasi,” ujar Corwin. “Tetapi ini biasanya mereda seiring waktu karena usus menjadi lebih tangguh.”

Untuk meminimalkan efek ini, para ahli menyarankan memulai dengan porsi kecil dan mencoba berbagai jenis makanan fermentasi secara bergantian.

Manfaatnya pun tidak berhenti di sistem pencernaan saja. “Mikrobioma usus yang lebih beragam berperan penting dalam kekebalan tubuh, pengaturan peradangan, dan bahkan suasana hati,” kata Malhotra.

Makanan Fermentasi yang Mudah Ditemukan

Menambahkan makanan fermentasi ke menu harian tidak perlu ribet. Banyak pilihannya tersedia di toko kelontong. Makanan fermentasi yang mudah diakses termasuk yoghurt dengan kultur hidup, kefir, sauerkraut, kimchi, miso, tempeh, dan berbagai jenis acar,” kata Malhotra.

Corwin juga menyarankan untuk lebih teliti membaca label. Carilah yoghurt atau kefir yang mencantumkan jenis bakteri pada label, dan pilih sauerkraut atau kimchi yang disimpan di lemari pendingin, karena lebih mungkin mengandung kultur hidup,” ujarnya.

Pilihan praktis makanan fermentasi lainnya termasuk kombucha dan acar yang benar-benar difermentasi, bukan sekadar direndam cuka.

Pilihan Editor: Bolehkah Makan Makanan Fermentasi saat Perut Kosong? Ini Jawaban Pakar

REAL SIMPLE

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |