Sederet Fakta-fakta Gempa Sulawesi Utara-Maluku Utara

12 hours ago 20

GEMPA bumi tektonik berkekuatan 7.6 magnitudo dirasakan sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis, 2 April 2025 sekira pukul 05.48 pagi WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berlokasi di koordinat 1,25 derajat Lintang Utara dan 126,27 derajat Bujur Timur atau 129 kilometer ke arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Pusat gempat berada di laut pada kedalaman 33 kilometer," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam telekonferensi di Kantor BMKG, Kamis, 2 April 2026.


Berpotensi Tsunami dengan Ketinggian 0,5-3 Meter

Faisal mengatakan, gempa Bitung berpotensi menyebabkan tsunami dengan ketinggian gelombang berkisar antara 0,5 hingga 3 meter. Hasil pemodelan menunjukkan potensi tsunami di wilayah Ternate, Halmahera, Tidore, dan Bitung.

Hingga pukul 07.00 WIB, dia melanjutkan, monitoring BMKG menunjukkan adanya 11 aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock dengan magnitudo terbesar 5,5.

"Hasil observasi muka air laut, tsunami terdeteksi di tiga lokasi yang baru masuk, yaitu Halmahera Barat pukul 06:08 WIB dengan ketinggian 0,3 meter, kemudian Bitung pada pukul 06:15 WIB pada ketinggian 0,2 meter, dan Minahasa Utara pukul 06:16 WIB dengan ketinggian 0,75 meter," ujarnya.


Halmahera Dilanda Tsunami Kecil

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sistem peringatan dini mendeteksi gelombang tsunami dengan ketinggian gelombang relatif kecil usai gempa bumi tektonik melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara, kemarin.

Kepala Pusat Dara, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, tsunami dengan ketinggian 0,3 meter terjadi di Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB serta di Bitung 7 menit kemudian.

"Pukul 06.15 WIB tsunami dengan ketinggian 0,2 meter terjadi di Bitung," kata Abdul dalam keterangan tertulis, Kamis.

Kendati relatif kecil, kata dia, BNPB tetap mengimbau kewaspadaan masyarakat. Sebab, potensi gelombang susulan masih berkemungkinan terjadi.


Daerah Tetapkan Tanggap Darurat

Pemerintah Kota Ternate menetapkan status tanggap darurat bencana usai gempa bumi tektonik berkekuatan 7,6 magnitudo melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Wali Kota Ternate Tauhid Soleman mengatakan, penetapan status tanggap darurat bencana mulai dilakukan per Kamis, 2 April 2026 hingga tujuh hari ke depan. 

"Hari ini surat keputusan status tanggap darurat bencana akan saya tanda tangani. Saya juga sudah perintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk bergerak ke lokasi bencana di Batang Dua, Moti dan Pulau Ternate," kata Tauhid yang ditemui Tempo usai rapat penanggulangan bencana di Ternate pada Kamis 2 April 2026. 

Dari informasi yang diperoleh, kata dia, sejumlah infrastruktur dasar seperti rumah ibadah, sekolah, dan tempat tinggal masyarakat di wilayah Batang Dua hingga Ternate mengalami kerusakan imbas gempa.


93 Gempa Susulan

BMKG melaporkan terjadi 93 gempa susulan usai gempa bumi tektonik berkekuatan 7,6 magnitudo mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung pada Kamis, 2 April kemarin. Jumlah gempa susulan ini tercatat hingga pukul 12.00 WIB.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, gempa susulan memiliki kekuatan bervariasi, mulai dari magnitudo 2,8 hingga 5,8. "Dengan magnitude 2,8 hingga 5,8, dan gempa ini yang dirasakan sebanyak tujuh gempa," ujar Faisal dalam rapat koordinasi penanganan gempa secara daring, Kamis.

Ia memprediksi gempa susulan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. "Biasanya setelah satu atau dua hari trennya nanti akan dipelajari apakah dapat berakhir dalam satu minggu, kadang-kadang dua minggu. Ini tergantung situasi di sana," tuturnya.


Sulut-Malut Potensi Tinggi Gempa

Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto mengatakan Sulawesi Utara dan Maluku Utara merupakan wilayah yang memiliki potensi gempa bumi cukup tinggi di Indonesia. Berdasarkan data BNPB, gempa di dua wilayah ini sudah sering terjadi sejak 1608.

Karenanya, kata dia, di Sulawesi Utara dan Maluku Utara Badan Penanggulangan Bencana Daerah sudah dilengkapi alat peringatan dini gempa dan tsunami guna mempercepat proses penyampaian informasi dan mitigasi.

"Ini menjadi perhatian kita bersama. Harus saling mengingatkan agar masyarakat lebih waspada, lebih hati-hati, dan selalu meningkatkan kesiapan serta kesiapsiagaan," ujar Suharyanto dalam rapat koordinasi penanganan gempa secara daring, Kamis.


Prabowo Perintahkan Evakuasi

Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan gempa dengan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah pantai barat daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara. 

Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden Prabowo telah memantau situasi sejak awal. Presiden sudah mendapatkan informasi dari Kepala BNPB mengenai gempa yang mengguncang Sulawesi Utara hingga Maluku Utara itu. 

"Terutama di Kota Bitung dan Kota Ternate, serta pulau Batang Dua," kata Teddy dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 April 2026.

Teddy menuturkan, Prabowo memberikan instruksi kepada Suharyanto agar proses evakuasi dilakukan segera mungkin. Dia menjelaskan, unsur BNPB, TNI, Polri, hingga pemerintah daerah sudah diterjunkan ke lokasi gempa untuk mengecek dan mengevakuasi warga. 

"Tadi pagi melalui Kepala BNPB, Presiden sudah langsung perintahkan seluruh aparat dan tim BNBP secepat mungkin mengevakuasi warga terdampak," tuturnya.

Eka Yudha Saputra, Ervana Trikarinaputri, Dede Leni Mardianti, dan Budhy Nurgianto dari Ternate berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |