Tayang Hari Ini, Sinopsis Film Rumah Tanpa Cahaya

19 hours ago 12

CANTIKA.COM, Jakarta - Rumah Tanpa Cahaya menambah deretan film Indonesia yang tayang di Februari ini. Seminggu sebelum Ramadan, film hasil kolaborasi Citra Sinema dan Sinemart ini mengajak penonton untuk mengeksplorasi arti kehilangan dan bagaimana sebuah keluarga harus bertahan ketika ”cahaya” alias ibu mereka tiada.

Dari jajaran pemeran antara lain Ira Wibowo sebagai Ibu, Donny Damara sebagai Bapak, Ridwan A Ghani menjadi Samsul, Lavicky Nicholas sebagai Azizi, dan Dea Annisa memerankan karakter Alia.

Sinopsis Film Rumah Tanpa Cahaya

Rumah Tanpa Cahaya berkisah tentang sebuah keluarga yang awalnya hidup harmonis dan bahagia saat sosok Ibu masih ada di dunia. Ibarat sebuah rumah yang selalu terang, kehadiran Ibu menjadi pusat kehidupan, mengatur segala hal bahkan detail terkecil seperti posisi remot hingga pakaian anggota keluarga, hal yang relatable dengan kehidupan sehari-hari kita. Namun, kebahagiaan tersebut berubah drastis ketika Ibu meninggal ibarat cahaya terang yang tiba-tiba padam, rumah tersebut menjadi redup dan kehilangan arah.

Duka mendalam memicu perjuangan sang suami dan kedua anaknya untuk melanjutkan hidup serta usaha empal gentong keluarga yang sebelumnya laris manis. Tanpa kehadiran sosok Ibu, usaha tersebut tidak berjalan mulus karena mereka kehilangan sosok pengatur utama. Mereka dihadapkan pada rentetan kegagalan, mulai dari resep empal gentong yang selalu gagal hingga menjadi korban penipuan.

Konflik internal pun tak terhindarkan akibat beban duka dan tanggung jawab yang berat, namun di akhir adegan, film ini memberikan pengingat menyentuh bahwa meskipun ibu telah tiada, ia akan selalu hadir dalam kehidupan dan membersamai langkah anak-anaknya.

Poster film Rumah Tanpa Cahaya. Dok. Citra Sinema

Refleksi Mendalam akan Sosok Ibu

Dalam sesi tanya jawab konferensi pers awal pekan ini, aktor Deddy Mizwar yang terlibat dalam pengembangan skenario film tersebut menekankan bahwa kehadiran seorang ibu sering baru terasa setelah ia tiada. Ketiadaannya membuat ruang hati anggota keluarga menjadi kosong.

"Seorang ibu itu baru terasa kehadiran setelah enggak ada. Waktu itu dia biasa-biasa aja kan karena dia sudah terbiasa mencintai kita. Wajar seorang ibu mencintai anggota keluarganya, terasa biasa. Dan begitu dia pergi, ada yang kosong di ruang hati kita. Makanya baik-baiklah masih hidup ibunya ya, dan doakan terus kalau sudah meninggal," ujar Deddy Mizwar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, pada Senin, 9 Februari 2026.

Lebih lanjut, Deddy juga menyoroti kompleksitas peran seorang ibu dan bagaimana keluarga seharusnya merawat mereka. "Seorang ibu bisa mengurus sepuluh anak, tapi sepuluh anak-anak belum tentu bisa merawat ibunya ya," ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Lavicky Nicholas mengatakan, pesan moral dari film ini adalah makna warisan orang tua yang sesungguhnya adalah keikhlasan dan kasih sayang. "Inti dari film ini membuat kita sadar bahwa waris yang terbaik dari orang tua itu bukan cuma harta, tapi adalah ikhlas dan kasih sayang," ujarnya

Pilihan Editor: Review Film Mungkin Kita Perlu Waktu, Perjalanan Keluarga Menghadapi Kehilangan

ANDARA ANGESTI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |