CANTIKA.COM, Jakarta - Kadang sebuah karya tercipta dari momen yang tidak direncanakan, begitu juga dengan kolaborasi tak terduga antara Wijaya 80 dan Sal Priadi. Dari sebuah pertemuan spontan, Wijaya 80 resmi merilis single terbaru mereka bersama Sal Priadi bertajuk “Bulan Bintang, Garis Melintang”, sebuah lagu yang lahir dari momen sederhana namun berkembang menjadi refleksi emosional tentang cinta dan perbedaan.
Bercerita tentang proses di balik lagu "Bulan Bintang, Garis Melintang", pertemuan keduanya terjadi secara spontan dalam sebuah sesi studio. Berawal dari obrolan ringan yang diselingi canda, ide lagu ini muncul tanpa rencana besar. Percakapan yang awalnya santai perlahan berubah menjadi diskusi yang lebih dalam, hingga akhirnya membentuk tema utama tentang dinamika hubungan yang sering dialami banyak orang.
Tak melalui proses yang terstruktur, lagu ini tumbuh secara organik, dari candaan menjadi perenungan, hingga berujung pada eksplorasi tentang bagaimana cinta berjalan di tengah berbagai perbedaan yang tak terhindarkan. Dalam proses kreatifnya, Sal Priadi juga berperan penting dalam membentuk identitas lagu, termasuk dalam penentuan judul “Bulan Bintang, Garis Melintang”. Pendekatan lirik yang personal dan emosional membuat lagu ini terasa intim sekaligus relevan bagi pendengar.
“Lagu ini lahir dari percakapan yang sangat jujur dan apa adanya. Kami tidak pernah benar-benar merencanakannya, tapi justru dari situ semuanya terasa lebih dekat dan nyata,” ujar Wijaya 80 dalam pernyataan resmi yang diterima Cantika. "Ada banyak cerita yang sebenarnya sederhana, tapi terasa besar ketika dijalani. Lagu ini mencoba merangkum perasaan itu, tentang mencintai, sekaligus memahami batas yang ada," tambah Sal Priadi.
Melalui “Bulan Bintang, Garis Melintang”, Wijaya 80 dan Sal Priadi menghadirkan karya yang tidak hanya menjadi refleksi personal, tetapi juga membuka ruang bagi pendengar untuk menemukan cerita mereka sendiri.
Lirik Lagu “Bulan Bintang, Garis Melintang”
Kalung salib kecil itu
Tak perlu kau tutupi
Ketika kau bertemu keluargaku
Jangan kamu malu
Advertisement
Apakah ini terlarang?
Kata mama: Ini dosa
Satu hal yang paling aku tahu
Aku sayang kamu
Tuhan, apakah mungkin masih Engkau terima?
Dua insan yang keyakinannya beda
Juga pintu masuknya tak sama
Tuhan, kalau jalan ceritaku memang dia
Karangkan cerita seindah-indahnya
Maafkan 'ku terlalu banyak meminta, Tuhan!
Apakah ini terlarang?
Kata mama: Ini dosa
Satu hal yang paling aku tahu
Aku sayang kamu
Tuhan, apakah mungkin masih Engkau terima?
Dua insan yang keyakinannya beda
Juga pintu masuknya tak sama
Tuhan, kalau jalan ceritaku memang dia
Karangkan cerita seindah-indahnya
Maafkan 'ku terlalu banyak meminta, Tuhan!
Tuhan, apakah masih mungkin Engkau terima?
Dua insan yang keyakinannya beda
Juga mungkin pintu masuknya tak sama
Tuhan, kalau jalan ceritaku memang dia
Karangkan ceita seindah-indahnya
Maafkan 'ku terlalu banyak meminta, Tuhan!
Pilihan Editor: Winky Wiryawan Rilis Remix Serana, Napas Baru Lagu Emosional For Revenge
LANNY KUSUMASTUTI
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

















































