21 Penerima Nobel dan Ilmuwan Dunia Kunjungi Tambling, Pelajari Konservasi Indonesia

2 weeks ago 73

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Siti Hediati Soeharto bersama 21 penerima Nobel, Turing Award, ilmuwan, akademisi dan tokoh dunia mengunjungi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), di Lampung. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan biodiversitas Indonesia sekaligus mempertemukan para pemikir dunia dengan pengalaman konservasi yang telah berlangsung di Tambling selama tiga dekade. (FOTO : Dok TWNC)

Siti Hediati Soeharto menyampaikan bahwa Tambling merupakan ruang yang mempertemukan kekayaan alam Indonesia dengan ilmu pengetahuan dan kolaborasi global. Dengan pengalaman konservasi TWNC selama tiga dekade menunjukkan menjaga alam butuh komitmen kuat dan berorientasi pada generasi mendatang. (FOTO : Dok TWNC)

TWNC dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki bentang alam yang beragam dan pengalaman panjang dalam upaya konservasi. Dikelola oleh Artha Graha Peduli sejak 1996, TWNC menjadi bagian dari program lingkungan AGP melalui kerja sama dengan Kementerian Kehutanan di tahun 2008. (FOTO : Dok TWNC)

Dengan luas 48.153 hektar hutan dan 14.089 hektar kawasan laut, TWNC memiliki hutan hujan tropis dataran rendah, hutan pantai, mangrove, danau, rawa air tawar, serta hutan sekunder. (FOTO : Dok TWNC)

Kehadiran para penerima Nobel dan tokoh dunia di Tambling menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung hubungan antara ilmu pengetahuan, konservasi dan keberlanjutan. (FOTO : Dok TWNC)

Nobel Peace Prize laureate, Presiden Timor Leste José Ramos-Horta melihat kepemimpinan Tomy Winata sebagai salah satu hal yang dapat dipelajari dari pengalaman konservasi. Ia menekankan bahwa upaya konservasi perlu memperhatikan hubungan dengan masyarakat setempat. Ramos-Horta melihat pengalaman Indonesia dalam menjaga alam sebagai salah satu pembelajaran bagi dunia. (FOTO : Dok TWNC)

Pengalaman konservasi di Tambling juga mencakup upaya perlindungan satwa liar, terutama Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang merupakan satwa berstatus kritis (Critically Endangered). Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra di TWNC menangani dan memulihkan harimau yang mengalami konflik sebelum dikembalikan ke habitat alaminya. (FOTO : Dok TWNC)

Menurut Laura Anne, perwakilan salah satu penerima Nobel, Tambling adalah tempat yang sangat unik. Ini bukan kebun binatang atau taman, tetapi ekosistem alami di mana satwa, burung, ikan dan seluruh kehidupan di dalamnya masih berjalan dalam keseimbangan. (FOTO : Dok TWNC)

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengatakan Tambling bisa menjadi laboratorium hidup, di mana alam bertemu dengan sains, teknologi, pendidikan dan hubungan internasional. (FOTO : Dok TWNC)

21 penerima Nobel, Turing Award, ilmuwan, akademisi dan tokoh dunia mengunjungi Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC). Kunjungan ini dapat dimanfaatkan untuk membangun hubungan luas antara pengalaman konservasi Indonesia dan komunitas global. (FOTO : Dok TWNC)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG -- Dua puluh satu penerima Nobel, peraih Turing Award, ilmuwan, akademisi, dan tokoh dunia menjejakkan kaki di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Lampung, pada 27–28 Agustus 2026. Kunjungan tersebut menjadi ruang perjumpaan antara para pemikir dunia dengan kekayaan biodiversitas Indonesia serta pengalaman konservasi yang telah berlangsung selama tiga dekade.

Para tamu kehormatan itu diterima Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto sebagai tuan rumah. Di kawasan seluas 48.153 hektare hutan dan 14.089 hektare laut, mereka melihat langsung bentang alam yang mencakup hutan hujan tropis dataran rendah, hutan pantai, mangrove, danau, rawa air tawar, hingga hutan sekunder.

Lebih dari sekadar kunjungan, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mempertemukan konservasi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi global. Pengalaman TWNC selama tiga dekade menunjukkan bahwa menjaga alam bukan hanya tentang melindungi hutan dan satwa, tetapi juga membangun keterlibatan masyarakat serta menyiapkan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang.

sumber : Republika

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |