REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG, – Bupati Karawang Aep Syaepuloh menegaskan komitmennya untuk menyiapkan tenaga kerja lokal Karawang yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Upaya ini dilakukan agar masyarakat lokal dapat memanfaatkan peluang kerja di sembilan kawasan industri yang beroperasi di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan bupati saat menerima kunjungan Komisi VII DPR RI di Kawasan Industri KIIC Karawang, Rabu. Ia menekankan bahwa perkembangan industri di daerahnya harus berbanding lurus dengan semakin terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.
"Saat ini di Karawang ada sembilan kawasan industri, di dalamnya cukup banyak perusahaan yang beroperasi," kata Aep. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga pendidikan, dan pelaku industri dapat terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas serta penyerapan tenaga kerja lokal.
Standar Pelatihan dan Kompetensi
Untuk merealisasikan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang telah melakukan berbagai langkah strategis. Langkah utama yang dijalankan adalah meningkatkan kompetensi masyarakat dan menyiapkan standar pelatihan agar tenaga kerja lokal memiliki kemampuan yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
Dengan strategi ini, pertumbuhan kawasan industri di Karawang diharapkan tidak hanya mendukung kegiatan ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat di daerah tersebut.
Dorongan Penguatan Pendidikan Vokasional
Senada dengan hal itu, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyatakan bahwa keberadaan kawasan industri harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, salah satunya melalui penciptaan lapangan pekerjaan. Ia menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia sebagai faktor kunci dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.
"Generasi muda di Karawang perlu mendapatkan kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan perusahaan," ujarnya. Menurut Saleh, kapasitas dan kualitas calon pekerja perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri agar tenaga kerja yang tersedia dapat memenuhi kualifikasi perusahaan.
Oleh karena itu, ia mendorong penguatan pendidikan vokasional di sekitar kawasan industri. "Program pendidikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri sehingga lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan dunia kerja," tegas Saleh.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

4 hours ago
17

















































