Dahsyatnya Gempa NTT, Kepanikan Merambat Hingga Lombok NTB

4 hours ago 21

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 6.58 WIT. Dahsyatnya guncangan gempa dirasakan hingga ke provinsi tentanggga, Nusa Tenggara Barat (NTB). Warga Bima, Sumbawa, dan Lombok berhamburan keluar rumah.

Informasi BMKG, pusat gempa berada di sekitar 37 kilometer utara Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT. Gempa tercatat berada pada kedalaman 15 kilometer. BMKG sempat mengeluarkan peringatan tsunami dan mengakhirinya dua jam setelah gempa pertama.

Warga Bima, Niningsih mengaku begitu panik ketika hentakan pertama gempa membentur seluruh bidang rumahnya pada pukul 5.58 Wita. Lantai bergetar, dinding dan semua yang berdiri di sekitarnya bergoyang hebat.

"Dalam kamar ada dua anak saya yang masih tidur. Namun entah bagaimana saya justru lari ke kamar ibu dan ayah yang sedang sakit," cerita Nining.

Pagi buta, wanita itu menggopoh ayahnya yang lemah sambil menahan dorongan dari seisi bumi yang bergoyang. Begitu sampai di luar rumah, ia lega melihat kedua anak kecilnya telah digendong oleh suaminya. "Gempanya lama sekali, setelah itu ada juga susulannya," kata dia.

Menurut Nining, praktis semua warga Desa Sondosia, Kabupaten Bima berada di luar rumah pagi itu. Namun, kepanikan itu mereda setelah tahu mereka berada jauh dari pusat gempa.

"Yang dirasakan (di Bima) persis seperti waktu gempa Lombok dulu. Mudahan tidak ada lagi susulannya," kata Nining.

Di Kota dan Kabupaten Bima, gempa merusak beberapa bangunan. Tidak ada korban meninggal yang dilaporkan. Hanya saja, informasi terkait tsunami sempat menghebohkan warga, terutama di wilayah pesisir Kecamatan Wera dan Sampe.

"Banyak orang yang pergi ke pantai melihat air surut. Sementara yang lain membawa keluarga jauh dari pantai," kata warga Kota Bima, Taufik Kurahman.

Dalam beberapa video yang beredar dan telah dikonfirmasi oleh Republika, warga Desa Kolo bagian Utara Kota Bima sempat panik karena air laut sempat surut. Namun, air yang kembali naik hanya beberapa meter melewati garis pantai. Begitu juga di Desa Sangiang, Wera yang berhadapan langsung dengan samudra luas.

Kepanikan juga sempat dirasakan warga Lombok. Fifi Ratnasari yang tinggal di Kota Mataram mengaku langsung memeluk anak-anaknya dan membawanya keluar rumah. "Spontan langsung bawa lari keluar," katanya.

Warga Lombok memang memiliki pengalaman pahit dengan gempa bumi. Pada Juli-Agustus 2018, gempa dahsyat merenggut nyawa lebih dari 500 orang warga Lombok. Hingga saat ini, Fifi mengaku masih trauma dengan gempa.

Satu Orang Meninggal di NTT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, gempa dirasakan kuat di sejumlah wilayah NTT hingga NTB dan Sulawesi Selatan. Hingga saat ini, korban meninggal satu orang di NTT. Ia mengoreksi jumlah korban tersebut, yang sebelumnya disebut dua orang.

"Berdasarkan hasil pemutakhiran dan validasi data di lapangan, tercatat satu orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka. Korban meninggal dunia merupakan warga Kabupaten Sikka, sementara korban luka tercatat di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo," kata Suharyanto dalam keterangan tertulisnya.

Saat ini, pendataan dan verifikasi terhadap korban maupun dampak lainnya masih terus dilakukan oleh BPBD bersama unsur terkait di lapangan. Selain itu, sekitar 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo melakukan evakuasi mandiri sebagai langkah kewaspadaan setelah gempa dan adanya peringatan dini tsunami.

BNPB mengarahkan dukungan satu unit helikopter untuk membantu mobilisasi logistik dan mendukung kebutuhan operasional penanganan darurat, termasuk kemungkinan evakuasi apabila diperlukan. Suharyanto menyebut dukungan udara ini menjadi penting mengingat karakteristik wilayah NTT yang terdiri atas banyak pulau.

Sementara di Kota Bima tercatat satu kepala keluarga atau enam jiwa terdampak. Selain itu, kata Suharyanto, telah teridentifikasi dua unit rumah rusak berat, satu unit rumah rusak sedang, dua unit rumah rusak ringan, satu gudang Bulog terdampak, tiga fasilitas umum rusak ringan, serta enam kantor pemerintahan terdampak.

"Data tersebut masih bersifat sementara dan terus diverifikasi oleh BPBD bersama unsur terkait," kata dia. Saat ini, Suharyanto bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno sedang bersiap menuju Kabupaten Nagekeo, NTT.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |