Setoran vocabulary Bahasa Inggris melalui STROBERY BARIS di SMPN 1 Selogiri Wonogiri. Dok. SMPN 1 Selogiri WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penguasaan kosakata Bahasa Inggris siswa SMP Negeri 1 Selogiri, Kabupaten Wonogiri, mengalami peningkatan drastis. Jika sebelumnya rata-rata siswa hanya menguasai kurang dari 150 kosakata, kini capaian tersebut meningkat menjadi lebih dari 500 kata per siswa dalam setahun.
Perubahan itu tidak terjadi begitu saja. SMPN 1 Selogiri meluncurkan inovasi pembelajaran STROBERY BARIS, singkatan dari Setoran Vocabulary Bahasa Inggris, untuk menjawab persoalan rendahnya penguasaan kosakata, daya ingat siswa, serta kebiasaan belajar mandiri.
Program tersebut digagas guru Bahasa Inggris SMPN 1 Selogiri, Esti Handayani. Sebelum inovasi diterapkan, rata-rata penguasaan vocabulary siswa masih di bawah 150 kata. Hanya sekitar 40 persen siswa yang mampu mengingat kosakata baru, sementara siswa yang rutin memperkaya vocabulary secara mandiri baru mencapai 35,1 persen.
“Dari kondisi inilah kami berpikir harus ada pembaruan. Kami tidak bisa terus-terusan hanya fokus pada grammar teoritis. Fondasi Bahasa Inggris itu ada di vocabulary. Kalau kosakatanya kuat, siswa akan lebih percaya diri berbicara dan menulis,” ujar Esti Handayani, Sabtu (29/8/2026).
Hasil penerapan STROBERY BARIS menunjukkan perubahan cukup signifikan. Rata-rata penguasaan kosakata siswa meningkat menjadi lebih dari 500 kata per siswa per tahun. Kemampuan mengingat kosakata baru juga naik menjadi 63,05 persen, sedangkan kebiasaan belajar mandiri meningkat hingga 60 persen siswa.
Menariknya, program ini tidak dirancang sebagai metode hafalan yang monoton. STROBERY BARIS dibagi menjadi dua pola kegiatan, yakni STROBERY MANIS dan STROBERY MATANG.
STROBERY MANIS merupakan Setoran Vocabulary Menyenangkan dan Optimis. Pada 10 menit terakhir pembelajaran, siswa diajak memperkuat vocabulary melalui permainan digital interaktif maupun permainan konvensional.
Sementara STROBERY MATANG merupakan Setoran Vocabulary Mandiri dan Menantang. Polanya dibuat bergantian setiap pekan.
✓ Minggu pertama dan ketiga, siswa menyetorkan catatan vocabulary.
✓ Minggu kedua dan keempat, siswa membuat video berisi lima kosakata baru yang digunakan dalam bentuk kalimat.
Pola tersebut membuat siswa tidak sekadar menghafalkan kata, tetapi juga belajar menggunakan vocabulary dalam konteks kalimat. Dengan demikian, kosakata yang dipelajari diarahkan agar dapat digunakan dalam komunikasi lisan maupun tulisan.
Menurut Esti, salah satu keunggulan STROBERY BARIS adalah efisiensi waktu pembelajaran. Evaluasi hafalan di kelas dapat dipangkas hingga 50 persen sehingga waktu tatap muka dapat lebih banyak digunakan untuk membahas materi pembelajaran.
Program ini juga memanfaatkan dashboard digital untuk memberikan umpan balik secara langsung. Guru maupun siswa dapat mengetahui perkembangan capaian vocabulary tanpa harus menunggu evaluasi dalam waktu lama.
Dari sisi sekolah, inovasi tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada kemampuan Bahasa Inggris siswa, tetapi juga mendorong perubahan pola belajar.
Kepala SMPN 1 Selogiri, Agus Joko Sumarno, mengatakan penguatan kemampuan bahasa asing menjadi bagian penting dalam menyiapkan siswa menghadapi kebutuhan komunikasi di era global.
“Bahasa Inggris adalah kunci komunikasi global. Kami di SMPN 1 Selogiri berkomitmen tidak hanya mengejar nilai akademik, tapi juga membangun kebiasaan belajar yang berkelanjutan. STROBERY BARIS ini adalah bentuk nyata kami mendukung itu,” kata Agus Joko Sumarno.
Menurut dia, inovasi tersebut juga memberikan manfaat bagi guru karena perkembangan kemampuan siswa dapat dipantau secara berkala. Sekolah berharap peningkatan penguasaan vocabulary ikut berdampak terhadap kemampuan Bahasa Inggris secara keseluruhan.
“Kami ingin anak-anak Wonogiri tidak takut lagi berbahasa Inggris. Mereka harus berani, karena bekal kosakatanya sudah cukup. Harapan kami, program ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain di Wonogiri,” tandasnya.
STROBERY BARIS kini diarahkan untuk membangun fondasi vocabulary siswa secara bertahap. Target akhirnya bukan sekadar membuat siswa mampu menghafal ratusan kata, tetapi mendorong mereka berani menggunakan Bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.


















































