REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui brand IM3 memperkuat dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia melalui pengembangan komunitas kreator dan pemanfaatan teknologi digital. Inisiatif tersebut diwujudkan melalui peluncuran Airena Kreatif yang menjadi wadah bagi anak muda, kreator, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan karya kreatif.
Airena Kreatif merupakan kelanjutan dari kolaborasi IM3 dengan Adobe dan Kementerian Ekonomi Kreatif yang sebelumnya telah digelar untuk memperluas akses masyarakat terhadap teknologi dan pengetahuan di bidang ekonomi kreatif.
SVP Head of National Brand IM3 Indosat Ooredoo Hutchison Fahroni Arifin mengatakan, pengembangan komunitas kreatif menjadi salah satu komitmen perusahaan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih luas di Indonesia. "Kita menargetkan nantinya 15 ribu teman-teman content creator dan ekonomi kreatif bisa bergabung. Ini baru dimulai, tapi sebetulnya kemarin kita sudah berjalan dalam dua bulan itu mendatangi sekitar 75 kampus," kata Fahroni dalam peluncuran Airena Kreatif di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Menurut dia, kegiatan di sejumlah kampus tersebut telah menjangkau ribuan peserta. Salah satunya kegiatan di Universitas Esa Unggul, Bekasi, yang diikuti sekitar 1.200 peserta.
Fahroni mengatakan, komunitas yang dikembangkan IM3 juga diarahkan untuk memiliki manfaat yang lebih luas bagi UMKM. Dari komunitas awal yang beranggotakan 30 kreator, IM3 memilih peserta berdasarkan kesamaan semangat untuk mengembangkan konten kreatif sekaligus mendorong pemanfaatannya bagi pelaku usaha.
"Kita mencari yang memang spiritnya kurang lebih sama. Mereka terbiasa membuat konten kreatif dan utamanya memang kita akan mendorong agar konten kreatif ini dimanfaatkan untuk UMKM," ujarnya.
Menurut Fahroni, teknologi seperti Adobe Express dapat membantu UMKM mengembangkan materi promosi secara lebih mudah. Kreator juga berpeluang memperoleh penghasilan melalui karya atau template yang mereka hasilkan dan digunakan oleh pengguna lain.
Dia menilai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), membuat proses produksi konten semakin mudah diakses masyarakat. Jika sebelumnya pembuatan desain membutuhkan keterampilan khusus, kini masyarakat dapat memanfaatkan berbagai platform digital untuk mengembangkan ide menjadi materi visual.
Zaman dulu itu desain susah banget, perlu orang yang benar-benar belajar desain. Kalau sekarang dengan bantuan AI, yang dibutuhkan adalah creative thinking. Ibaratnya apa yang mau dibuat, semua bisa dilakukan dengan platform dengan bantuan AI.
Melalui pendekatan tersebut, IM3 ingin teknologi kreatif tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan personal, tetapi juga menjadi sarana untuk membuka peluang ekonomi. "Kita pengen Adobe Express ini benar-benar bisa digunakan oleh sebanyak-banyaknya orang, baik untuk keperluan personal maupun untuk mencari uang lewat konten. Misi kita adalah empowering Indonesia, dan ini adalah salah satu cara kita untuk melakukan itu," ujarnya.

3 hours ago
12

















































