KH Ma’ruf Amin Ingatkan Umat, Penyimpangan dari Jalan Allah tak Pernah Berhenti

58 minutes ago 7

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Rais Aam Syuriyah PBNU ke-10 KH Ma’ruf Amin mengingatkan umat Islam agar tidak lengah menghadapi berbagai pengaruh yang dapat menjauhkan manusia dari jalan Allah SWT. Menurut dia, upaya untuk membelokkan manusia dari kebenaran telah terjadi sepanjang sejarah dan terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

Wakil Presiden RI ke-13 itu menyampaikan pesan tersebut saat memberikan tausiah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Zawiyah Ar Raudhah, Jakarta, Selasa (25/8/2026) malam. Tausiah disampaikan di hadapan ribuan jamaah yang mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi.

KH Ma’ruf mengatakan para ulama menggambarkan kehidupan dunia sebagai mamarran imtihaniyah, yakni tempat manusia melintas dengan berbagai ujian. Tanpa pertolongan dan perlindungan Allah SWT, kata dia, manusia dapat terseret ke arah yang menyimpang.

“Banyak ujian yang kalau kita tidak dibimbing, tidak mendapat inayah rabbaniyah, himayah rabbaniyah, boleh jadi kita mengalami proses penyimpangan dari jalan Allah SWT,” ujar KH Ma’ruf.

Peringatkan Banyaknya Godaan Zaman

KH Ma’ruf kemudian mengutip pengarang kitab I’anah al-Thalibin, Sayyid Abu Bakar Muhammad Syatha al-Dimyathi al-Bakri. Menurut dia, ulama tersebut pada zamannya telah mengingatkan mengenai banyaknya fitnah dan semakin sedikitnya orang yang tetap berpegang pada kebenaran.

“Kecuali orang yang dikehendaki oleh Allah SWT dan mereka itu sedikit, kata Shahibul I’anah. Jadi yang masih fi sabilillah, di jalan Allah SWT itu tinggal sedikit karena banyak yang sudah terpengaruh, terbawa oleh bujukan, rayuan, upaya untuk menyimpangkan kita,” kata KH Ma’ruf.

Ia menilai tantangan tersebut justru semakin besar pada masa sekarang. Perkembangan media dan berbagai saluran informasi, menurut dia, ikut membuka semakin banyak pintu bagi pengaruh yang dapat membawa manusia menjauh dari nilai-nilai agama.

“Pada 100 tahun yang lalu saja Shahibul I’anah sudah menyatakan begitu, apalagi sekarang. Banyaknya media, banyaknya, orang bilang banyak setan gembleng yang menyimpangkan kita, dan itu pasti,” tegas KH Ma’ruf.

Nabi Muhammad pun Pernah Dibujuk

KH Ma’ruf mengatakan upaya membelokkan seseorang dari kebenaran bahkan pernah diarahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Ia merujuk pada Surat Al-Isra ayat 73-74 yang menggambarkan adanya usaha kaum musyrikin untuk memengaruhi Rasulullah SAW agar berpaling dari wahyu.

“Hampir saja mereka itu membelokkan kamu dari apa yang Kami wahyukan kepadamu untuk mencari jalan lainnya. Dan apabila itu terjadi, mereka akan menjadikan kamu sahabat sejati,” ujar KH Ma’ruf ketika menjelaskan kandungan ayat tersebut.

Ia melanjutkan bahwa Allah SWT kemudian meneguhkan hati Rasulullah SAW sehingga Nabi tetap berada di jalan yang benar. Menurut KH Ma’ruf, penjagaan Allah kepada Rasulullah menjadi pelajaran penting bagi umat agar tidak merasa aman dari kemungkinan tergelincir.

“Jadi, kalau Nabi saja dibilang hampir, apalagi kita ini, masya Allah. Jangan-jangan kita sudah menyimpang, cuma tidak berasa,” ujar mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |