Pengusaha Bengkel Las Bentuk Asosiasi, Perkuat Kompetensi dan Akses Pasar

12 hours ago 22

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Industri pengelasan nasional didorong meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan daya saing agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi serta pembangunan infrastruktur di Indonesia. Penguatan pelaku usaha, khususnya bengkel las dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dinilai perlu dilakukan melalui peningkatan keterampilan, teknologi, standardisasi, dan akses pasar.

Dorongan tersebut mengemuka dalam deklarasi Asosiasi Pengusaha Pengelasan Indonesia (APPI) yang digelar di Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman serta ratusan pengusaha pengelasan, pelaku industri konstruksi baja, akademisi, asosiasi profesi, dan pemangku kepentingan dari berbagai daerah.

Dalam Musyawarah Nasional perdana APPI, Budi Harta Winata yang juga Founder APPI terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional APPI periode 2026–2031.

Mengusung tema “Bersatu Membangun Industri Pengelasan Nasional yang Berdaya Saing Global”, APPI berkomitmen menghimpun, membina, dan memperkuat pelaku usaha pengelasan dari berbagai wilayah Indonesia.

Budi mengatakan penguatan industri pengelasan perlu dimulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha agar bengkel las dapat berkembang menjadi usaha yang lebih profesional dan kompetitif.

“APPI lahir dari semangat persatuan dan kolaborasi. Sudah saatnya bengkel-bengkel las di Indonesia naik kelas, tidak hanya menjadi pelaku usaha yang bertahan, tetapi menjadi industri yang profesional, produktif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," kata Budi dalam siaran pers, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Budi, APPI akan mendorong peningkatan kualitas bengkel las melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia, pendidikan, pelatihan, sertifikasi, serta penguasaan teknologi pengelasan.

Selain peningkatan kompetensi, APPI juga mendorong penggunaan produk dan jasa dalam negeri, perluasan akses pasar, penguatan kemitraan, serta akses pembiayaan bagi pelaku usaha pengelasan.

Organisasi tersebut juga berkomitmen membangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga pendidikan vokasi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat ekosistem industri pengelasan nasional.

Penguatan standardisasi mutu dan transformasi digital juga menjadi perhatian APPI untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku usaha pengelasan.

APPI menilai penguatan sektor tersebut dapat membuka peluang bagi lebih banyak bengkel las untuk berkembang, meningkatkan kualitas produk, menciptakan lapangan kerja, serta memperbesar kontribusi industri pengelasan terhadap pembangunan infrastruktur dan perekonomian nasional.

APPI merupakan organisasi nasional yang didirikan dan diinisiasi Indonesian Society of Steel Construction (ISSC) bersama Komunitas Bengkel Las Indonesia (KBLI) untuk memperkuat ekosistem peningkatan UMKM di industri pengelasan nasional.

APPI bertujuan meningkatkan kompetensi, profesionalisme, inovasi, dan daya saing industri pengelasan melalui kolaborasi, pendidikan, sertifikasi, penguatan jejaring usaha, serta kemitraan dengan pemerintah dan dunia industri.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |