Puluhan Purnawirawan dan Warga Sragen Jadi Korban Investasi Bodong PT BLN, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

1 month ago 55

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Puluhan purnawirawan dan warga Sragen menjadi korban dugaan penipuan investasi oleh PT Bahana Lintas Nusantara (BLN) yang bernaung di bawah Dinasti Nusantara Group (DNG). Kasus ini kini telah dilaporkan secara massal ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sragen, Jawa Tengah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, skema investasi yang ditawarkan PT BLN mengusung konsep “titip dana, terima profit” dengan iming-iming keuntungan hingga 8,3 persen per bulan selama masa kontrak dua tahun. Namun, memasuki tahun kedua, janji tinggal janji. Dana yang disetor lenyap, keuntungan tak lagi dibayarkan.

Salah satu korban, Wiyoto, mantan anggota Polri, mengaku telah menyetorkan dana investasi sebesar Rp255 juta. Ia sempat menerima bagi hasil sebesar Rp21 juta per bulan selama 11 bulan. Namun sejak 15 Maret 2025, pembayaran mendadak terhenti tanpa penjelasan.

“Awalnya lancar. Tapi begitu bulan ke-12, tidak ada transfer sama sekali. Saya hubungi perwakilan, jawabannya hanya ‘situasi ekonomi global sedang tidak stabil, tidak baik-baik saja’,” ujar Wiyoto kepada awak media.

Kasus serupa dialami oleh belasan purnawirawan lainnya, termasuk Marimin, Suparlan, dan Tugimin. Total ada 18 orang yang melapor bersama, dengan nilai investasi masing-masing mencapai ratusan juta rupiah.

Program investasi koperasi bertajuk “SiPintar” yang digagas PT BLN disebut menjanjikan pengembalian dana dua kali lipat dalam dua tahun. Tak hanya menyasar pensiunan, program ini juga menyedot dana dari kalangan ibu rumah tangga hingga tokoh masyarakat. Iming-iming proyek besar seperti tambang emas, ekspor ikan laut, jalan tol, rumah sakit, hingga pabrik pupuk, menjadi daya tarik tersendiri.

Namun kenyataan berbicara lain. Banyak investor kini hanya bisa menelan kecewa.

“Pembayaran macet. Perwakilan perusahaan mulai sulit dihubungi. Kantor cabang pun mulai sepi aktivitas,” beber salah satu korban.

Hingga kini, lebih dari 100 orang telah melapor ke Polres Sragen. Total kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi melalui Kasat Reskrim AKP Ardi Kurniawan membenarkan telah menerima laporan dari para korban.

“Masih kami dalami apakah ada unsur penipuan atau penggelapan dana dalam skema investasi ini. Masyarakat diimbau segera melapor jika merasa dirugikan,” ujar AKP Ardi, Kamis (10/7/2025).

Puluhan korban yang diwakili 18 orang hari ini mendatangi Mapolres Sragen. Mereka berharap ada kejelasan hukum dan pertanggungjawaban dari pihak perusahaan atas dana yang telah dipercayakan.

Huri Yanto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |