CANTIKA.COM, Jakarta - Lima tren kencan yang akan membentuk cinta dan hubungan di tahun 2026. Para ahli berbagi wawasan tentang tren apa yang akan mendominasi dunia kencan pada tahun 2026, mulai dari kesamaan minat sebagai pembuka percakapan hingga aktivitas menggeser layar tanpa berpikir yang sudah ketinggalan zaman.
Memasuki tahun 2026, cinta terus bersemi, dan meskipun ada beberapa konsep yang akan berubah dalam dunia kencan, beberapa konsep akan tetap konstan bahkan tahun ini. Wawasan dari para ahli hubungan dan survei terbaru mengungkapkan lima tren kencan 2026 yang akan membentuk cara para lajang berkencan, terhubung, dan berkomitmen tahun ini.
1. Kejelasan di atas kebingungan
Tahun lalu dipenuhi dengan istilah-istilah kencan seperti: freak-matching, ghostlighting, future-proofing, embarrassing to have a boyfriend, dan mencerminkan kekacauan emosional dalam percintaan modern. Namun, saat tahun 2026 dimulai, para lajang tampaknya mendambakan hal sebaliknya.
Sebuah survei oleh Tinder menunjukkan bahwa para pencari jodoh muda (usia 23-30) menjauh dari sinyal yang membingungkan dan tebakan emosional, dan lebih condong ke arah kejelasan, kejujuran, dan kelancaran emosional. Mereka mencari hubungan yang stabil, sehat, dan eksklusif.
2. Minat yang sama sebagai pembuka percakapan baru di aplikasi kencan
Radhika Mohta, seorang mak comblang dan pelatih hubungan, mencatat bahwa era "swiping" tanpa berpikir panjang mulai kehilangan daya tariknya. “Orang-orang tidak lagi puas membuat keputusan berdasarkan tiga foto dan bio,” jelasnya.
Menurut survei yang sama, para lajang di India semakin banyak menjalin ikatan berdasarkan minat yang sama: membuat daftar putar musik bersama, bertukar rekomendasi makanan, dan menemukan selera yang sama di aplikasi kencan.
Makanan, khususnya, tetap menjadi penghubung yang ampuh: mendiskusikan biryani terbaik di kota atau merencanakan kencan santai sambil minum kopi tetap menjadi salah satu cara termudah untuk memicu percakapan dan kecocokan. Minat yang sama akan menjadi dasar untuk mengembangkan sebuah hubungan.
3. Pandangan berbeda generasi Alpha tentang cinta
Pada tahun 2026, generasi Alpha tertua (lahir sekitar tahun 2010–2024) memasuki usia pertengahan remaja. Pendekatan mereka terhadap hubungan—persahabatan, "hubungan tanpa status," dan kencan awal—didefinisikan oleh perpaduan unik antara kemampuan digital yang sangat tinggi dan naluri "melepaskan diri" yang protektif.
Pelatih hubungan Chetna Chakravarthy mengatakan, “Setelah tumbuh di lingkungan digital yang penuh sorotan, generasi ini memandang privasi sebagai kemewahan tertinggi. Mereka telah melampaui kebiasaan berbagi informasi berlebihan ala Gen Z, memilih "hubungan rahasia" dan obrolan grup pribadi daripada unggahan publik.
Dipengaruhi oleh "budaya terapi," mereka mempraktikkan kesengajaan yang ekstrem, menggunakan "pengkodean yang jelas" untuk menetapkan batasan sejak dini dan menghindari drama. Meskipun mereka menggunakan AI sebagai pelatih sosial untuk melatih kerentanan, mereka mendambakan kencan "detoks dopamin," memprioritaskan kehadiran di dunia nyata tanpa telepon.”
4. Pertemuan tatap muka: Lingkaran yang lebih kecil, koneksi yang lebih dalam
Acara-acara besar untuk para lajang dan pertemuan di bar semakin kehilangan relevansinya. Mohta menunjukkan bahwa festival lajang yang dihadiri ratusan orang terasa semakin tidak personal. “Bertemu orang sambil minum di bar seringkali merupakan cara yang paling tidak autentik untuk terhubung,” katanya.
Sebaliknya, pertemuan-pertemuan kecil yang berfokus pada aktivitas seperti jalan santai, pertemuan sarapan, lokakarya, dan kelas keramik semakin populer karena memungkinkan percakapan yang lebih intim. Chakravarthy setuju, memprediksi bahwa cinta di tahun 2026 akan ditemukan di ruang-ruang yang disengaja seperti konferensi, festival, acara kesehatan, dan pertemuan olahraga.
5. Istilah-istilah kencan yang sedang tren akan tetap ada
Selain itu, muncul pula istilah dan tren kencan baru. Akankah hal itu berlanjut tahun ini juga? Chetna berpikir demikian. “Saya rasa tren dan istilah ini dikemas dalam botol baru, tetapi di dalamnya, isinya tetap sama. Hubungan tanpa komitmen dulunya disebut 'teman dengan keuntungan'.
Banyak kata akan menjadi tren, tetapi intinya akan tetap sama. "Perempuan yang menginginkan pria dengan kaliber tertentu dan pria yang akhirnya mengejar standar baru akan menjadi proses yang berkelanjutan hingga tahun 2026,” katanya.
Pilihan Editor: Apa Itu Alphabet Dating? Tren Kencan yang Bisa Ciptakan Variasi dalam Hubungan
HINDUSTAN TIMES
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

















































