CANTIKA.COM, Jakarta - Mulai tahun 2026, pantone menjadi rujukan global dalam membawa arah tren warna, mulai dari fashion, kecantikan, hingga desain. Memasuki 2026, tren warna 2026 Pantone kembali membawa palet yang merefleksikan perubahan zaman yang lebih tenang, nyaman dan praktis yakni cloud dancer. Perpaduan warna-warna lembut, earth tone, hingga bold akan mendominasi berbagai aspek gaya hidup di 2026.
Berikut tanggapan beberapa desainer dan fashion stylist tentang tren warna 2026 versi Pantone: Cloud Dancer.
1. Jenahara Nasution
Jenahara Nasution/Foto: Instagram/Jenahara Nasution
Desainer modest fashion ini menjelaskan tren fashion 2026 masih sama secara global, yaitu neutral colour yang akan menjadi warna terfavorit. Karena warna-warna seperti putih gading masih hangat dan sering dipakai oleh desainer internasional. Selain itu, model dan gaya hijab sekarang terlihat lebih kasual.
“Kalau hijab itu enggak terlalu ribet kaya dulu, orang pengen yang mudah dan praktis, dapat dipakai berbagai event,” tuturnya saat ditemui Cantika di Jakarta, 6 Desember 2026. Pandangan masyarakat kini tak hanya soal warna, tetapi pemilihan bahan dan warna, juga desain yang simpel dan mudah di mix and match.
2. Lira Krisnalisa
Founder dan Creative Director Jenna and Kaia. Lira Krisnalisa/Foto: Doc. Pribadi
Founder brand fashion modest Jenna and Kaia mengungkapkan di brand-nya saat ini masih ada sedikit percikan warna bold, seperti biru, dark brown, dan burgundy. Akan tetapi untuk keseluruhan tren warna adalah putih, karena menandakan kembali ke awal. “Walaupun warna putih namanya macam-macam ya, tapi itu sebuah tanda optimisme untuk menyambut tahun depan lebih baik,” ungkapnya saat ditemui Cantika di Jakarta, 6 Desember 2026.
Lira menambahkan, memasuki era generasi Zmenurutnya tren fashion akan menjadi potongan asimetris dengan siluet drapping diprediksi akan muncul kembali. Terutama akan bertransformasi untuk ke arah yang lebih mudah, sehingga nyaman saat digunakan oleh berbagai usia. Terlebih target market dari brand-nya pada usia 25 - 44 tahun sehingga kenyamanan sangat diperlukan.
3. Hagai Pakan
Perancang busana film Abracadabra, Hagai Pakan berpose usai memenangkan kategori Penata Busana Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2020 di Jakarta, Sabtu, 5 Desember 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Sebagai seorang fashion stylist dan desainer kostum yang telah lama berkecimpung di dunia fashion, ia menuturkan bahwa tren warna untuk beberapa orang akan terasa sangat menantang, karena mayoritas masyarakat Indonesia lebih gemar menggunakan pakaian dengan warna gelap. Akan tetapi ada satu palet yang Hagai Pakan suka, yaitu tone on tone.
“Biasanya padupadan busana kan dari atas ke bawah itu putih, atau warna yang senada dengan warna muda. Kalau buat aku lebih suka memadukan dengan gradasinya,” ucapnya saat ditemui Cantika di Jakarta, Rabu, 11 Desember 2025.
Hagai Pakan mengaku lebih menyukai perpaduan busana bukan melalui warna, akan tetapi dari gradasi. Karena menurutnya akan terlihat sangat tricky jika memakai warna terang dari atas hingga bawah.
Baginya lebih suka memadukan dengan shade yang berada di dalam spektrum gradasi. Seperti warna abu-abu muda, beige, ataupun krem. “Karena kalau untuk ditabrak tabrak warnanya aku rasa bukan jadi arah fashion yang diharapkan dari palet cloud dancer atau Pantone sih,” pungkasnya.
Pilihan Editor: Cloud Dancer, Basic Color yang Jadi Tren Warna 2026 Pilihan Pantone
TSABITA SIRLY KAMALIYA | ECKA PRAMITA
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.


















































