DIREKTUR Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melakukan inspeksi mendadak di Pasar Minggu Jakarta Selatan, dan Pasar Grogol Jakarta Barat, guna menjaga stabilitas pangan strategis sekaligus memastikan stok dan harga bahan pangan seperti beras dan minyak tetap terkendali di tingkat konsumen.
"Hari ini kami melaksanakan sidak pasar seperti biasa, rutin. Kami melaksanakan sidak itu rata-rata seminggu tiga kali," kata Rizal di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.
Dalam sidak di Pasar Minggu, harga beras medium terpantau sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 13.500 per kilogram (kg), lalu beras premium Rp 14.900 per kg. Sementara untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga masih sesuai HET, yaitu Rp 12.500 per kg.
Untuk komoditas minyak goreng, harga MinyaKita tercatat Rp 31.400 per kemasan dua liter atau Rp 15.700 per liter, sedangkan minyak curah berada di kisaran Rp 23.000 per liter.
Kenaikan harga minyak curah dipengaruhi tingginya harga plastik kemasan yang bahkan mencapai Rp 58 ribu per kilogram di tingkat pelaku usaha untuk merek tertentu.
Kondisi tersebut mendorong peralihan konsumsi masyarakat dari minyak curah ke MinyaKita sehingga permintaan meningkat dan memerlukan tambahan pasokan di pasar.
Harga plastik di Indonesia melonjak tajam 40 persen-100 persen per April 2026 akibat gangguan pasokan nafta, yang merupakan bahan baku utama plastik, dari Timur Tengah.
Rizal juga mencatat harga telur ayam ras di pasar itu sebesar Rp 30 ribu per kg, telur ayam kampung Rp 3.000 per butir, serta telur bebek mencapai Rp 3.500 per butir. Lalu harga gula pasir terpantau stabil di level Rp17.500 per kg, masih dalam rentang wajar di tengah dinamika harga pangan nasional saat ini.
Sementara itu, harga daging sapi tercatat Rp 150 ribu per kg, sedikit di atas harga acuan pemerintah sebesar Rp 140 ribu per kg.
Untuk komoditas cabai, cabai rawit merah mengalami kenaikan, saat ini dijual hingga di atas Rp 50 ribu per kilogram, sedangkan jenis cabai lainnya relatif stabil di pasar.
Setelah mengecek harga di Pasar Minggu, Rizal yang didampingi Direktur Pemasaran Bulog Febby Novita bersama jajaran berpindah lokasi sidak di Pasar Grogol, Jakarta Barat.
Adapun dalam kegiatan tersebut, Bulog bersinergi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, serta jajaran Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten untuk memastikan distribusi pangan strategis yang dikelola BUMN pangan itu seperti MinyaKita bisa berjalan lancar dan merata.
Di Pasar Grogol, Rizal bersama jajaran menemukan komoditas MinyaKita dijual Rp 15.700 per liter atau Rp 31.400 untuk kemasan dua liter, masih sesuai HET. Telur ayam ras tercatat Rp 30 ribu per kg.
Di pasar yang sama, harga beras tetap stabil dengan beras medium berada di kisaran Rp 13.500 per kg sesuai HET, beras premium Rp 14.900 per kg, dan beras SPHP Rp 12.500 per kg.
Komoditas daging sapi dijual di kisaran Rp 150 ribu per kilogram atau di atas harga acuan Rp 140 ribu per kg.
"Harapan kami nanti support dari PT Berdikari (salah satu perusahaan BUMN peternakan) ke depan supaya lebih ditambah kebutuhan-kebutuhan daging di pasar-pasar SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok), ujar Rizal.
Sedangkan daging ayam berada pada rentang Rp 40 ribu per kg, dan ayam fillet mencapai Rp 50 ribu per kg.
Sementara itu, harga cabai merah keriting mengalami kenaikan, saat ini mencapai Rp 50 ribu per kg, cabai rawit merah Rp 55 ribu per kg, dan cabai rawit hijau Rp 45 ribu per kg.
Untuk komoditas bawang, bawang merah tercatat Rp 48 ribu per kg, bawang putih Rp 38 ribu per kg yang kating, bawang putih bulat Rp 37 ribu per kg, serta bawang merah kupas berada di kisaran Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kg.
"Pemerintah terus memantau harga-harga pangan secara umum di pasar-pasar SP2KP, tujuannya apa? Untuk meyakinkan sesuai dengan arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) pada saat rapat di Istana beberapa minggu yang lalu, bahwa harga pangan tidak (boleh) ada kenaikan," kata Rizal.















































