LEBIH dari 20 kapal komersial telah melintasi Selat Hormuz meskipun ada blokade militer Amerika Serikat selama 24 jam terakhir, menurut laporan The Wall Street Journal pada Selasa, mengutip beberapa pejabat AS seperti dilansir Antara.
Kapal-kapal tersebut termasuk kapal kargo, kapal kontainer, dan kapal tanker yang masuk dan keluar dari Teluk Persia, karena kapal-kapal yang tidak menuju pelabuhan Iran dikecualikan dari blokade dan diizinkan untuk melintas dengan bebas, menurut laporan tersebut.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Beberapa di antaranya dilaporkan berlayar dengan mematikan transponder untuk mengurangi risiko potensi serangan Iran.
Namun, beberapa kapal yang mengambil rute tersebut kemudian berbalik arah, menurut data pelacakan maritim pada Selasa seperti dilansir CNA.
Mereka termasuk di antara setidaknya tujuh kapal yang terkait dengan Iran yang melewati selat tersebut setelah blokade Washington mulai berlaku pada pukul 14.00 GMT (21.00 WIB) pada Senin, menurut penyedia data maritim Kpler.
Kapal pengangkut curah berbendera Liberia, Christianna, melintasi Selat Hormuz setelah membongkar 74.000 ton jagung di pelabuhan Bandar Imam Khomeini di Teluk Iran. Kapal ini melewati Pulau Larak Iran di selat tersebut sekitar pukul 16.00 GMT pada Senin, menurut data Kpler.
Kapal kedua, kapal tanker berbendera Komoro, Elpis, berada di dekat Pulau Larak sekitar pukul 11.00 GMT dan meninggalkan selat sekitar pukul 16.00 GMT.
Kapal itu memuat 31.000 ton metanol, setelah meninggalkan pelabuhan Bushehr di Teluk Persia pada 31 Maret, menurut data Kpler.
Pelacak tersebut menunjukkan bahwa kapal-kapal lain yang melintas termasuk Argo Maris, yang juga berlayar dari Iran.
Para analis maritim telah memperingatkan selama beberapa pekan terakhir konflik di sekitar Selat Hormuz menyebabkan sinyal kapal di wilayah itu telah terganggu dan dimanipulasi, sehingga menyulitkan pelacakan yang tepat dan komprehensif.
Lalu Lintas Berlanjut
Sejak blokade dimulai pada Senin pukul 17.30 waktu setempat di Iran seperti dilaporkan Anadolu, 14 kapal telah memasuki Teluk dan tujuh kapal telah keluar dari Selat Hormuz selama periode ini.
Sebanyak 21 kapal telah melewati Selat Homruz, sementara 13 kapal masih berada di sana hingga pukul 1300 GMT pada hari Selasa, menurut statistik Anadolu dari sumber yang relevan.
Empat dari kapal-kapal tersebut adalah kapal tanker, termasuk kapal kargo curah kering berbendera Liberia, Christianna, kapal tanker minyak yang dikenai sanksi AS, Rich Starry dan Murlikishan, serta kapal berbendera Panama, Peace Gulf.
Hingga Selasa, sekitar 2.000 kapal terperangkap di sisi Teluk, dan sekitar 400 kapal menunggu untuk memasuki Teluk melalui Hormuz.
Data dari MarineTraffic menunjukkan bahwa kapal-kapal yang dikenai sanksi AS juga telah melewati selat tersebut.
Pasukan angkatan laut AS dilaporkan telah membangun blokade di sepanjang garis antara Teluk Gwadar dan Ras al Hadd, di mana lalu lintas kapal yang padat terus berlanjut sejak operasi dimulai.
TankerTraffic menyatakan bahwa beberapa kapal menyiarkan sinyal sistem identifikasi otomatis (AIS) palsu untuk menyembunyikan identitas mereka.
AS Klaim Blokade Masih Ada
Pasukan Iran secara efektif menutup Selat Hormuz setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
AS pada Ahad mengumumkan blokade mereka sendiri setelah pembicaraan damai dengan Iran gagal.
Militer AS mengatakan pada Selasa bahwa blokade mereka masih bertahan dan telah menghentikan enam kapal untuk berlayar keluar dari pelabuhan Iran di luar Teluk selama 24 jam pertama.
"Tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS dan enam kapal dagang mematuhi arahan dari pasukan AS untuk berbalik dan memasuki kembali pelabuhan Iran di Teluk Oman, di luar selat,” kata komando regional CENTCOM dalam sebuah unggahan di X.
Dikatakan bahwa blokade tersebut "diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan daerah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman".
Sinyal transponder kapal AIS Elpis tampaknya berbunyi pada pukul 23.00 GMT pada Senin setelah melintasi selat dan lokasinya pada Selasa tidak dapat ditentukan.
Kapal Tanker Cina Balik Arah
Sebuah kapal tanker Cina, Rich Starry, juga melintasi selat tersebut semalam dari Senin hingga Selasa melalui rute pemeriksaan yang disetujui Iran di selatan Pulau Larak.
Kpler mengatakan bahwa kapal tersebut membawa 31.500 ton metanol dan menuju Sohar di Oman, menurut data dari transpondernya.
Kapal tersebut berbalik arah saat berada di Teluk Oman sekitar pukul 11.00 GMT pada Selasa dan kembali menuju Selat Hormuz, tujuannya tidak diketahui.
Kapal Christianna berbalik arah di lepas pantai Oman, tempat tujuannya, sekitar pukul 15.00 GMT. Tujuan barunya juga tidak diketahui.
Kapal-kapal lain yang melintasi selat tersebut adalah kapal pengangkut curah Manali, yang pernah berdagang dengan Iran di masa lalu.
Dua kapal lainnya adalah kapal berbendera Iran: kapal pengangkut kontainer Kashan, yang berada di bawah sanksi AS, dan Moshtari, kapal kargo yang kemudian menuju pelabuhan Iran di selat tersebut.
Rich Starry dan Elpis terdaftar oleh Kantor Pengawasan Aset Asing Amerika Serikat sebagai pihak yang dikenai sanksi karena terkait dengan Iran.

















































