PELATIH Barcelona, Hansi Flick, menegaskan peluang membalikkan keadaan tetap terbuka saat menghadapi Atletico Madrid pada leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Metropolitano, Madrid, Rabu dinihari, 15 April 2026, pukul 02.00 WIB. Barcelona kini dalam posisi tertinggal agregat 0-2.
Meski begitu, ia mengakui bahwa Atletico bukanlah tim sembarangan. “Saya percaya pada para pemain saya. Itu mungkin terjadi. Atletico adalah tim kuat dengan pemain-pemain hebat,” kata Flick, dikutip dari laman resmi klub, Selasa, 14 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Flick menekankan pentingnya keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Menurut dia, kegagalan memanfaatkan peluang menjadi pembeda pada leg pertama di Camp Nou. “Kami harus solid dalam bertahan dan berani menyerang. Peluang yang datang harus dimaksimalkan,” ujarnya.
Barcelona menghadapi tekanan besar setelah kekalahan 0-2 di kandang sendiri. Untuk lolos ke semifinal, tim asal Katalan wajib menang dengan selisih minimal tiga gol di Madrid. Pelatih asal Jerman itu juga menyoroti aspek mental sebagai kunci. Ia meminta para pemain, termasuk Lamine Yamal, tampil sebagai satu kesatuan di lapangan. “Kami butuh koneksi antarpemain. Bertahan bukan hanya tugas lini belakang, semua harus terlibat menutup ruang,” kata Flick.
Pemain Barcelona Lamine Yamal memastikan Barcelona tidak akan menyerah. Pemain sayap berusia 18 tahun itu menyebut timnya siap berjuang hingga akhir demi menjaga asa lolos. “Jika kami tersingkir, itu harus terjadi setelah kami memberikan segalanya,” kata Yamal. "Ini belum berakhir. Membalikkan keadaan masih sangat mungkin.”
Kekalahan pada leg pertama tak lepas dari situasi sulit setelah Pau Cubarsi mendapat kartu merah pada menit ke-44. Kondisi itu dimanfaatkan Atletico lewat gol Julian Álvarez dan Alexander Sorloth. Pertemuan di Metropolitano akan menjadi bentrok keenam kedua tim musim ini. Barcelona sempat unggul dalam dua laga Liga Spanyol, tetapi tersingkir oleh Atletico di Copa del Rey dengan agregat 3-4.
Meski demikian, Yamal optimistis atmosfer Liga Champions akan menghadirkan cerita berbeda. “Kami tidak akan berhenti menekan dan berlari. Kami akan memberikan segalanya,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, menyadari ancaman kebangkitan Barcelona. Namun ia menegaskan fokus timnya tetap sama, yaitu mengamankan tiket semifinal. “Kami tahu kekuatan mereka, tapi kami juga tahu tujuan kami untuk melaju,” kata Simeone, seperti dikutip dari UEFA.com.
Ia juga menyinggung kesiapan tim menghadapi absennya sejumlah pemain, termasuk David Hancko dan Marc Pubill. Simeone menyebut Robin Le Normand terus menunjukkan peningkatan. Sementara itu, Clement Lenglet diandalkan berkat pengalaman.
Gelandang Atletico Madrid, Koke, menilai laga ini akan berjalan sengit. Ia memahami keyakinan Barcelona untuk bangkit. “Akan aneh jika mereka tidak percaya,” kata Koke. “Kami termotivasi untuk memainkan pertandingan besar di stadion kami.”
Head-to-Head
- Barcelona memiliki catatan yang lebih unggul atas Atletico Madrid. Dikutip dari Sportskeeda, dari total 253 pertemuan di semua kompetisi, Barcelona meraih 115 kemenangan, sedangkan Atletico mencatatkan 81 kemenangan.
- Dalam tren terkini, Barcelona juga menunjukkan performa relatif stabil. Tim asuhan Hansi Flick hanya menelan satu kekalahan dalam 11 pertandingan terakhir di semua ajang, dengan sembilan di antaranya berujung kemenangan. Satu-satunya kekalahan tersebut terjadi saat menghadapi Atletico Madrid dengan skor 0-2 pada leg pertama pekan lalu.
- Sebaliknya, performa Atletico Madrid cenderung inkonsisten. Pasukan Diego Simeone menelan empat kekalahan dalam lima laga terakhir di semua kompetisi. Satu-satunya kemenangan justru diraih saat mengalahkan Barcelona 2-0.
- Meski demikian, Atletico tetap menunjukkan ketajaman di lini depan. Mereka selalu mencetak gol dalam delapan pertandingan terakhir di semua ajang. Terakhir kali mereka gagal mencetak gol terjadi saat kalah 0-3 dari Barcelona pada pertemuan sebelumnya.
Pilihan Editor: Sang Penakluk Lingkaran Arktik
Pilihan Editor: Jepang: Kuda Hitam Piala Dunia 2026


















































