Puluhan Ojek Online Demo di Kantor Saiful Mujani

5 hours ago 16

PULUHAN ojek online yang bergabung dalam Perhimpunan Ojek Online (O2) Indonesia melakukan aksi di depan Kantor Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 14 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ketua Umum Perhimpunan O2 Indonesia Cecep Saripudin menuding Pendiri SMRC Saiful Murjani yang mengajak menurunkan Presiden Prabowo Subianto sudah masuk delik makar. "Karena pernyataannya memprovokasi," kata dia saat menyampaikan orasinya.

Dia mengklaim anggota aksi berasal dari Bekasi, Karawang, dan Jakarta. Dia merasa ojek online berhak bersuara mengenai nasib bangsa. "Kami juga kritis dalam menyikapi dinamika yang ada di negara ini," kata dia. 

Menurut dia, narasi dari Saiful Mujani adalah penghinaan terhadap rakyat. Padahal, Presiden Prabowo Subianto dipilih berdasarkan pemilihan umum. "Konstestasi pemilu akhirnya menunjuk satu orang besar," kata dia. 

Dia menuding ajakan Saiful menurunkan presiden ingin membuat negara kacau. Dia juga menuding Saiful ingin mengadu domba masyarakat. 

Dia pun meminta Saiful untuk meminta maaf atas pernyataannya kepada publik. Ojek online juga meminta aparat kepolisian segera mengusut kasus ini. Dia mengklaim, bila tuntutan tidak dipenuhi, ojek online akan kembali melakukan aksi. "Kami akan kembali lagi dengan massa yang lebih besar," kata dia.

Saiful Mujani sebelumnya menjadi pembicaraan karena pernyataannya mengenai Presiden Prabowo Subianto. Dalam acara halalbihalal bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan”, Saiful menyatakan bahwa cara menyelamatkan Indonesia adalah dengan menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. 

Adapun kegiatan itu digelar di Beranda Utan Kayu pada Selasa, 31 Maret 2026. Acara itu digelar sebagai ruang silaturahmi sekaligus forum diskusi bagi para pengamat dari berbagai latar belakang. Selain Saiful Mujani, acara itu dihadiri pula oleh Feri Amsari, Islah Bahrawi, hingga Ubedilah Badrun.

Saiful menjadi pembicara penutup dalam forum tersebut. Saat itu, Saiful menyebut Presiden Prabowo tidak presidensial. Menurut dia, Prabowo sudah tidak mempan jika diberikan saran-saran perbaikan. 

“Kalau menasihati Prabowo enggak bisa juga. Bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, bukan menyelamatkan Prabowo, tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” ucap Saiful. 

Kata Saiful, cara “menjatuhkan” Prabowo ini tidak bisa dilakukan melalui prosedur formal berupa pemakzulan lewat Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul Dewan Perwakilan Rakyat. Bagi dia, satu-satunya cara adalah masyarakat mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo.

“Menurut saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impeachment seperti itu. Itu tidak akan jalan,” kata Saiful.

Dihubingi terpisah, Saiful Mujani, membantah melakukan makar terhadap Presiden Prabowo Subianto imbas pernyataannya dalam acara halal bihalal bersama sejumlah pengamat pada 31 Maret lalu. Dia mengatakan pernyataannya itu sebagai sikap dan partisipasi politik yang disampaikan di depan banyak orang.

Saiful mengatakan pernyataannya itu harus dimaknai sebagai aksi damai. Dia berujar partisipasi politik itu kerap ditujukan untuk kepentingan umum dengan berbagai bentuk.

Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan belum mengetahui apa yang dikatakan oleh Saiful Mujani. "Saya masih banyak sekali kerjaan. Saya belum lihat beliau bicara apa,” tutur Teddy di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Menurut Teddy, Prabowo juga kemungkinan belum mengetahui kritik yang dilontarkan Saiful. “Apalagi Bapak Presiden. Pak Presiden mengurusi hal besar, lagi fokus dengan hal-hal yang lebih strategis,” kata Teddy.

Sultan Abdurrahman berkontribusi dalam tulisian ini

Pilihan editor: Beasiswa Kuliah Belum Jadi Solusi Tunggakan UKT

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |