Everyday in Gaza Raih Penghargaan Film Pendek Terbaik di Oscar-nya Italia

5 days ago 32

Poster film Everyday in Gaza. Film ini berhasil memenangkan penghargaan Film Pendek Terbaik dalam ajang David di Donatello Awards 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film pendek berjudul Everyday in Gaza berhasil memenangkan penghargaan Film Pendek Terbaik dalam ajang David di Donatello Awards 2026. Ini merupakan penghargaan perfilman paling bergengsi di Italia yang kerap dijuluki sebagai Oscar-nya Italia.

Film berdurasi 16 menit tersebut disutradarai oleh sineas Palestina Omar Rammal. Karya ini menangkap realitas kehidupan sehari-hari warga Palestina di bawah genosida Israel, di mana kegiatan paling sederhana seperti merawat anak, bekerja atau belajar, memiliki makna perlawanan.

Everyday in Gaza mengikuti keluarga Farra yang terdiri atas Mohammed, istrinya Yusra, dan tiga anak mereka. Mohammed, seorang tukang cukur dari al-Qarara di Khan Younis, terus bekerja meskipun telah mengungsi lebih dari tujuh kali selama perang.

"Di rumah dan di tanah kami, kami hidup dan kami mati. Kami tidak meninggalkannya," kata Mohammed dalam film tersebut.

Mohammed dan Yusra juga menggambarkan kesedihannya karena tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar anak-anak mereka, mulai dari memandikan anak, mencuci pakaian, hingga mendapatkan makanan yang cukup meskipun harus mengantre berjam-jam. "Aku tidak bisa memeluk anakku. Dia akan mendengar detak jantungku yang penuh ketakutan," kata Mohammed dalam film.

Film ini difilmkan oleh jurnalis yang berbasis di Gaza, Soliman Hijiy, antara April dan Mei 2025 sebagai bagian dari proyek yang didanai oleh Uni Eropa bekerja sama dengan Save the Children. Penghargaan diberikan dalam malam penganugerahan ke-71 David di Donatello yang berlangsung di Cinecitta Studios pada Rabu (6/5/2026) waktu setempat. Everyday in Gaza juga mendapat respons emosional dari para penonton yang hadir.

"Saya berdiri di sini hari ini, tetapi hati dan pikiran saya masih berada di Gaza. Penghargaan ini bukan milik saya, tetapi milik orang-orang yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk mendokumentasikan kebenaran," kata sutradara Rammal, dilansir laman The New Arab, Jumat (8/5/2026).

Rammal juga mengkritik standar ganda sejumlah pemimpin dunia yang dinilai turut membiarkan genosida di Gaza berlanjut. la pun menegaskan bahw seni tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab moral dan keberpihakan terhadap kemanusiaan.

L

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |