Film Desember Jani Digarap Seluruhnya oleh Perempuan

2 hours ago 7

RUMAH produksi Palari Films kembali menyuguhkan sebuah karya terbaru berjudul Desember Jani. Sebelumnya, mereka selama ini dikenal melalui portofolio filmnya yang cenderung berani, eksperimental, dan sering dicap "anti-mainstream".

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Melalui karakter utama dan dinamika konflik di dalamnya, penonton akan dibawa melihat bagaimana sebuah hubungan keluarga yang hangat dikemas tanpa kehilangan ciri khas kedalaman cerita dari sang rumah produksi.

Alur cerita Desember Jani sendiri menggambarkan lika-liku kehidupan dan konflik emosional yang terjadi di antara perempuan lintas empat generasi. Film drama domestik yang dinanti-nanti ini dijadwalkan akan tayang di bioskop pada bulan Desember mendatang.

Sinergi Debut dan Catatan Sejarah Baru 

Banyak pihak menduga bahwa keputusan yang melibatkan kru yang seluruhnya perempuan di lini depan maupun belakang layar ini merupakan strategi terencana sejak awal pengembangan. Namun, pihak produksi menepis dugaan tersebut dengan menegaskan bahwa formasi ini lahir secara organik, bukan berdasarkan desain gender yang kaku.

"Sebenarnya enggak sih. Kalau ditanya gitu, langsung enggak sih. Bukan konsep ya, enggak sama sekali," ujar produser Palari Films Meiske Taurisia di Jakarta Selatan pada Kamis, 21 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa proyek ini tidak pernah dirancang dengan batasan gender tertentu. "Kami enggak pernah dari awal ngedesain bahwa kami harus membuat film tentang perempuan gitu. Tidak pernah ada dalam pikiranku untuk ngedesain sesuatu berdasarkan gender," tuturnya.

Meski begitu, Meiske mengakui bahwa proyek ini menjadi catatan sejarah baru bagi rumah produksi tersebut. “Sesuatu yang menurut saya pribadi selama di Palari belum pernah bekerja dengan kolega perempuan sebanyak ini. Secara harfiah sutradara, penulis, cast-nya dan semuanya perempuan jadi ini sesuatu buat saya dan Palari Films sesuatu yang baru,” kata Meiske.

Kolaborasi ini murni berawal dari kekaguman terhadap karya-karya terdahulu Ariani Darmawan, sang sutradara, yang kemudian menuntun mereka pada kesepakatan untuk bekerja bersama. Fokus utama proyek sejak awal adalah melahirkan karya berbasis karakter yang kuat, yang menuntut kehadiran sosok kreator dengan kepekaan tinggi dalam menulis hubungan emosional yang kompleks.

Sentuhan Baru Lewat Sudut Pandang Perempuan

Bagi Ariani Darmawan, ini menjadi debut film panjangnya. “Saya menikah, saya punya anak dan ketika punya kesempatan membuat film panjang yang pastinya di pikiran saya adalah yang dekat dengan saya. Bagaimana menjadi seorang ibu, ada orang tua yang masih harus diberi perhatian,” ungkap Ariani.

Pencarian sosok penulis yang tepat akhirnya bermuara pada nama Cyntha Hariadi, seorang penulis berbakat yang dinilai paling mumpuni untuk mengeksplorasi hubungan mendalam antara ibu dan anak. Ariani sejak awal ditunjuk Cyntha karena rekam jejaknya dalam melahirkan narasi yang sangat hidup dan berlapis. Proyek ini juga menjadi debut penulisan skenario bagi Cyntha.

“Aku belum pernah nulis skenario, mengumpulkan suka nonton film. Dari aku, tantangan teknisnya yaitu belajar untuk berkolaborasi karena dari cerita aku penulis skenario dan kami tulis bersama karena ceritaku soal ibu dan anak,” kata Cyntha.

Kehadiran para sineas perempuan di posisi kunci, termasuk desainer produksi, membawa pergeseran cara pandang yang masif terhadap elemen-elemen ruang domestik, seperti bagaimana sebuah rumah tinggal digambarkan. Produser merasakan betul betapa perbedaan sudut pandang ini mempengaruhi estetika film. "Tapi yang buat saya yang paling mayor adalah perspektif. Itu yang paling kerasa buat saya ya, cara cowok melihat rumah, cara cewek melihat rumah," ungkapnya.

Sudut pandang perempuan dalam melihat interaksi intim di dalam rumah memberikan kedalaman psikologis yang berbeda dibandingkan proyek-proyek Palari Films sebelumnya, seperti Sebuah Sandosa atau Alina Tantunatu Twist . Narasi ini pun diperkuat oleh jajaran pemeran lintas generasi, mulai dari aktris senior Tutie Kirana (Oma), Sigi Wimala (Winnie), serta talenta baru seperti Hyori Mika (Julia) dan Chempa Puteri (Jani).

Sinopsis Film Desember Jani

Film ini menceritakan Jani yang menyaksikan pertengkaran hebat antara Julia dan ibunya, Winnie, semalam sebelum Julia kabur dari rumah. Jani menyimpan kemarahannya dan berusaha tinggal di rumah bersama Oma. Tanpa sepengetahuan keluarganya, Jani selalu membalas pesan Julia sampai sebuah konflik besar terkuak dan memaksanya untuk terbuka kepada ibu dan neneknya.

Melalui sinergi organik ini, Palari Films ingin membuktikan bahwa kekuatan sebuah karya sinema tidak terletak pada konsep gender di atas kertas, melainkan pada kejujuran perspektif yang dihadirkan di setiap adegannya. Karakterisasi empat generasi perempuan dalam film ini tidak hanya tampil sebagai objek cerita yang klise, melainkan sebagai penggerak narasi dengan spektrum emosi yang kaya, intim, dan menenangkan (slice of life).

Film Desember Jani, yang produksinya kini telah rampung, diharapkan menjadi refleksi baru bagi masyarakat mengenai kehangatan keluarga serta menjadi warna baru estetika yang menyegarkan dalam portofolio Palari Films.

ANDARA ANGESTI

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |