Sabrina Chairunissa Jalani Pembekuan Sel Telur: Trust Your Own Timing

4 hours ago 7

CANTIKA.COMJakarta - Keputusan untuk menjalani pembekuan sel telur atau egg freezing bukanlah hal yang sederhana. Bagi Sabrina Chairunnisa, langkah ini bahkan menjadi salah satu perjalanan paling personal dalam hidupnya yang akhirnya ia pilih untuk dibagikan ke publik.

Melalui cerita yang ia ungkapkan melalui video reels-nya, Sabrina tidak hanya berbicara soal prosedur medis, tetapi juga tentang perjalanan menerima perubahan hidup dan belajar mempercayai waktunya sendiri.

Sabrina menggambarkan hidupnya belakangan ini sebagai rangkaian perubahan yang datang tanpa diduga. Dari mengikuti summer school, berpindah kota hingga ke New York, hingga akhirnya memutuskan untuk menjalani egg freezing.

Perubahan-perubahan ini, menurutnya, terasa seperti berada di luar rencana “Kalau ngomongin perubahan hidup, rasanya hidupku tuh kayak di luar prediksi,” ungkapnya.

Namun justru dari perjalanan yang tidak terduga itulah, ia mulai belajar untuk lebih fleksibel dan menerima bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai timeline yang sudah direncanakan.

Keputusan yang Tidak Mudah untuk Dibagikan

Sabrina mengaku sempat ragu untuk membagikan pengalaman ini di media sosial. Baginya, egg freezing adalah keputusan yang sangat pribadi dan tidak semua orang merasa nyaman untuk membicarakannya secara terbuka. “Jujur aja, tadinya aku agak enggan sih untuk ceritain semua ini di social media,” katanya.

Namun, ia kembali mengingat tujuan awalnya dalam bermedia sosial, salah satunya adalah untuk memberdayakan perempuan. Dari situlah muncul keberanian untuk membuka cerita ini, dengan harapan bisa memberikan informasi sekaligus perspektif baru bagi perempuan lain.

Bagi Sabrina, perjalanan egg freezing bukan hanya tentang proses medis semata. Ia melihatnya sebagai bagian dari perjalanan memahami diri sendiri dan mengambil kendali atas pilihan hidup.

Ia juga ingin mengingatkan bahwa setiap perempuan memiliki timeline yang berbeda-beda dalam hidupnya baik soal karier, pernikahan, maupun memiliki anak. Timeline orang berbeda, bukan berarti mereka terlambat,” ujarnya.

Pesan ini menjadi inti dari cerita yang ia bagikan. Bahwa tidak ada satu standar yang harus diikuti, dan setiap orang berhak menentukan waktunya sendiri.

Belajar Mempercayai Waktu Sendiri

Sabrina menyebut perjalanan ini sebagai “a very personal chapter of trusting my own timing.” Sebuah fase di mana ia belajar untuk tidak membandingkan hidupnya dengan orang lain, dan mulai lebih percaya pada keputusan yang ia ambil.

Egg freezing, dalam konteks ini, menjadi simbol dari pilihan sadar, bahwa ia ingin memberi ruang bagi dirinya untuk tetap berkembang tanpa tekanan waktu.

Keputusan ini juga mencerminkan perubahan cara pandang generasi muda saat ini, yang semakin terbuka terhadap opsi-opsi seperti egg freezing sebagai bentuk perencanaan masa depan.

Dengan membagikan kisahnya, Sabrina berharap bisa membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang kesehatan reproduksi perempuan, topik yang masih sering dianggap sensitif.

Ia juga ingin perempuan lain merasa lebih tenang dengan pilihan hidup mereka masing-masing, tanpa harus merasa tertinggal.

Karena pada akhirnya, seperti yang ia percaya, setiap perjalanan memiliki waktunya sendiri. Dan mungkin, keberanian terbesar adalah saat seseorang memilih untuk percaya pada waktunya sendiri.

Prosedur Pembekuan Sel Telur 

Melansir Mayoclinic, pembekuan sel telur yang dilakukan Sabrina juga dikenal sebagai kriopreservasi oosit matang, adalah metode yang digunakan untuk menyelamatkan kemampuan perempuan untuk hamil di masa depan.

Prosedur yang bisa dilakukan ialah telur yang diambil dari ovarium kamu dibekukan tanpa dibuahi dan disimpan untuk digunakan nanti. Telur beku dapat dicairkan, dikombinasikan dengan sperma di laboratorium dan ditanamkan di rahim kamu (fertilisasi in vitro).

Dokter dapat membantu kamu memahami cara kerja pembekuan telur, potensi risiko dan apakah metode pelestarian kesuburan ini tepat untuk kamu berdasarkan kebutuhan dan riwayat reproduksi. Pembekuan sel telur mungkin bisa menjadi pilihan jika belum siap untuk hamil sekarang tetapi ingin mencoba memastikan kamu bisa hamil nanti.

Berbeda dengan pembekuan telur yang dibuahi (kriopreservasi embrio), pembekuan sel telur tidak memerlukan sperma karena telur tidak dibuahi sebelum dibekukan. Sama seperti pembekuan embrio, kamu harus menggunakan obat kesuburan untuk membuat kamu berovulasi sehingga kamu akan menghasilkan banyak telur untuk diambil.

ECKA PRAMITA 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |