Heboh! ASN Terlibat Jaringan NII, Tim Densus dan Kementerian Turun Tangan

3 weeks ago 18

ASNIlustrasi ASN. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Dugaan keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) dalam jaringan radikal Negara Islam Indonesia (NII) faksi MYT menghebohkan publik. Menyikapi hal ini, Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag langsung menurunkan tim investigasi internal ke daerah.

Langkah cepat ini dilakukan untuk menggali informasi dari berbagai sumber sekaligus memastikan penanganan kasus sesuai prosedur hukum dan kepegawaian yang berlaku.

“Kementerian Agama serius menanggapi isu ini, namun tetap menjunjung tinggi asas kehati-hatian dan praduga tak bersalah,” tegas Inspektur Jenderal Kemenag, Khairunas, saat mendampingi Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i, dalam pertemuan dengan Kepala Densus 88 Antiteror, Sentot Prasetyo, di Kantor Lemdiklat Polri, Ciputat, baru baru ini.

Khairunas menyatakan bahwa tim Itjen bekerja independen dan profesional untuk menelusuri rekam jejak ASN yang kini ditetapkan sebagai tersangka anggota kelompok radikal.

“Jika sudah ditetapkan sebagai tersangka, maka secara administratif ASN dapat dinonaktifkan dari jabatannya sementara. Namun keputusan penuh tetap menunggu hasil investigasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, hasil investigasi akan menjadi bahan penting untuk menyusun kebijakan pembinaan ASN dan pencegahan radikalisme di lingkungan Kemenag. “Ini bukan hanya soal penindakan, tapi juga langkah pembenahan sistem secara menyeluruh,” tandas Khairunas.

Sementara itu, Kepala Densus 88, Sentot Prasetyo, menekankan bahwa penangkapan ASN Kemenag bukan proses instan, melainkan melalui prosedur hukum panjang dan observasi mendalam.

“Langkah ini bagian dari strategi pencegahan dini terorisme. Kami fokus pada unsur perencanaan dan persiapan yang mengarah pada potensi aksi teror,” jelasnya.

Densus 88 kini mengedepankan dua pendekatan dalam penanganan ekstremisme, yakni hard approach (penindakan) dan soft approach (pembinaan). Dalam pendekatan lunak ini, Densus bekerja sama dengan Kemenag untuk mengembangkan kurikulum Islam moderat, berkolaborasi dengan organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah.

“Harapannya, mereka yang sebelumnya terpapar ideologi radikal bisa kembali ke jalan moderat,” ujar Kadensus. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |