Kasus ISPA Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau di Lampung Mulai Menurun

3 hours ago 17

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG, – Jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dipicu oleh paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di Provinsi Lampung mulai menunjukkan tren penurunan. Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, Djohan Lius, melaporkan bahwa pada Selasa (8/9) tercatat 1.281 kasus, turun signifikan dari 1.993 kasus pada Senin (7/9).

Penurunan ini menjadi sinyal positif di tengah upaya pemantauan intensif yang dilakukan pemerintah daerah. “Ini agak menurun dibandingkan di Senin yang tercatat ada 1.993 kasus. Jadi total kasus dari 4-8 September itu ada 6.671 kasus ISPA yang dilaporkan dari kabupaten serta kota di Provinsi Lampung,” kata Djohan Lius di Bandarlampung, Rabu.

Data fluktuatif harian menunjukkan bahwa pada Jumat (4/9) terdapat 1.587 kasus ISPA, diikuti Sabtu (5/9) dengan 1.435 kasus, dan Minggu (6/9) sebanyak 375 kasus. Penurunan tajam pada hari Minggu dan berlanjut hingga Selasa memberikan harapan bahwa dampak erupsi terhadap kesehatan masyarakat mulai terkendali.

Pemantauan Ketat Cegah Kejadian Luar Biasa

Dinkes Lampung secara aktif merekapitulasi data harian dari seluruh kabupaten dan kota untuk memantau situasi penyakit yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). “Setiap hari, dari kabupaten dan kota kami minta data dan yang sudah masuk direkapitulasi, lalu kami laporkan ke Pusdalops BPBD Provinsi Lampung. Ini dilakukan sebagai bentuk pemantauan situasi penyakit yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa (KLB),” ucap Djohan.

Selain ISPA, Dinkes juga mencatat dua penyakit saluran pernapasan lainnya yang berpotensi menular, yaitu Influenza Like Illness (ILI) dan pneumonia. Total kasus ILI yang tercatat selama periode 4-8 September mencapai 236 kasus, dengan rincian 61 kasus pada Jumat (4/9), 51 kasus pada Sabtu (5/9), 29 kasus pada Minggu (6/9), 44 kasus pada Senin (7/9), dan 51 kasus pada Selasa (8/9).

Sementara itu, total kasus pneumonia berjumlah 58 kasus. Data harian menunjukkan 15 kasus pada Jumat (4/9), 15 kasus pada Sabtu (5/9), 2 kasus pada Minggu (6/9), 10 kasus pada Senin (7/9), dan 16 kasus pada Selasa (8/9). Djohan menambahkan bahwa meskipun data masih sangat fluktuatif, pelayanan kesehatan di tingkat kabupaten dan kota masih sangat terkendali dalam menangani situasi ini.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |