Perubahan Arah Angin Persulit Pemadaman Karhutla Gunung Ciremai, 40 Hektare Hutan Hangus

6 hours ago 12

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), semakin meluas, Selasa (8/9/2026) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Petugas gabungan terus bekerja keras memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kabupaten Kuningan, Rabu (9/9/2026). Selama tiga hari terakhir, kebakaran itu telah menghanguskan sekitar 40 hektare kawasan hutan di TNGC.

Sepanjang hari ini, petugas gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, TNI, Polri, TNGC, para relawan dan masyarakat bekerja keras memadamkan titik api yang terus meluas. Mereka melakukan pemadaman dengan menggunakan jetshooter, mesin pompa dan mobil double gardan milik TNGC. 

Tak hanya itu, tim gabungan juga melakukan pemadaman kebakaran hutan secara manual dengan menggunakan ranting-ranting pohon. Hal itu dikarenakan jauhnya sumber air dari titik lokasi kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan, dalam melakukan upaya pemadaman, tim gabungan mengalami sejumlah kendala. Selain sulitnya sumber air, faktor angin, medan yang terjal dan bebatuan tajam serta cuaca panas juga membuat upaya pemadaman tidak mudah untuk dilakukan. 

“Arah angin berubah cukup cepat, kadang ke timur, ke selatan. Jadi sempat ada beberapa rekan yang terkepung. Tapi Alhamdulillah masih aman dan tidak sampai menimbulkan kecelakaan,” kata Indra.

Ia menyebutkan, untuk luasan kebakaran hutan lahan TNGC kali ini, diperkirakan sudah mencapai 40 hektare. Adapun area yang terbakar didominasi pohon sonokeling. 

Kebakaran itu terdeteksi pertama kali dari munculnya kepulan asap di wilayah kawasan lahan TNGC di Blok Cileutik, Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Api kemudian merembet ke Blok Cimaung dan Blok Manguntapa.

Hingga Rabu (9/9/2026) pukul 20.00 WIB, titik api dilaporkan tidak terlihat. Namun, petugas masih melakukan penyekatan dan mop up pendinginan untuk mencegah api menyala kembali.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |