Lagi, Prajurit TNI UNIFIL Gugur Akibat Serangan di Lebanon

18 hours ago 8
Ilustrasi tentara | Pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Risiko menjadi pasukan penjaga perdamaian kembali menelan korban. Di tengah mandat menjaga stabilitas kawasan konflik, seorang prajurit TNI yang tergabung dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon harus kehilangan nyawa setelah sempat berjuang melawan luka berat akibat serangan bersenjata.

Prajurit tersebut adalah Praka Rico Pramudia (31), bagian dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ia mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit di Beirut, setelah sebelumnya mengalami luka serius akibat ledakan proyektil di area pangkalan tempatnya bertugas.

“UNIFIL menyesalkan wafatnya Kopral Rico Pramudia hari ini, yang terluka parah akibat ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas di Adchit Al Qusayr pada malam 29 Maret,” demikian keterangan UNIFIL melalui akun X resminya, Jumat (24/4/2026).

Pihak UNIFIL juga menyampaikan duka mendalam atas kepergian prajurit TNI tersebut, sekaligus menegaskan pentingnya perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian.

“UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan teman-teman Kopral Pramudia serta Tentara Nasional Indonesia dan Pemerintah serta rakyat Republik Indonesia atas kehilangan yang tragis dan tak tergantikan ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Lebih jauh, UNIFIL menekankan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius hukum internasional.

“Serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi Dewan Keamanan 1701, dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegasnya.

Insiden yang merenggut korban jiwa ini terjadi pada 29 Maret 2026 di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan. Serangan tersebut tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi juga melukai sejumlah prajurit lainnya.

Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan TNI, insiden itu menimpa personel yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL. Dalam kejadian tersebut, satu prajurit lainnya, Praka Farizal Rhomadhon, dinyatakan gugur di lokasi.

Sementara itu, tiga prajurit mengalami luka dengan tingkat berbeda. Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sedangkan Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan hanya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan di fasilitas medis Level I UNIFIL.

Untuk penanganan lebih lanjut, Praka Rico sempat dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George guna mendapatkan perawatan intensif. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Adapun jenazah prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di markas sektor timur UNIFIL, sembari menunggu proses administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |