Prabowo Janji Setiap Sekolah Punya 4 Smart Board, Pengajaran Akan Dipantau dari Pusat

3 days ago 26
Presiden Prabowo Subianto | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Digitalisasi pendidikan kini bukan lagi sekadar soal mempermudah proses belajar mengajar. Pemerintah bahkan mulai membayangkan ruang-ruang kelas di seluruh Indonesia bisa dipantau langsung dari Jakarta melalui perangkat layar pintar atau smart board.

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, pemerintah akan menambah tiga unit smart board di setiap sekolah mulai tahun ini. Sebelumnya, sekolah-sekolah diketahui telah menerima satu unit papan tulis digital interaktif dari pemerintah pusat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat melakukan kunjungan ke Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia sempat menanyakan kepada para pejabat setempat mengenai distribusi smart board ke sekolah-sekolah di wilayah tersebut.

Setelah mendapat jawaban bahwa tiap sekolah sudah memperoleh satu unit, Prabowo memastikan jumlahnya akan kembali ditambah.

“Mulai tahun ini setiap sekolah akan terima tiga (smart board),” ujar Prabowo.

Dengan tambahan tersebut, pemerintah menargetkan setiap sekolah setidaknya memiliki empat ruang kelas yang telah dilengkapi layar interaktif digital hingga akhir tahun 2026.

Menurut Prabowo, keberadaan smart board nantinya dapat membantu proses pembelajaran, terutama bagi sekolah-sekolah di daerah terpencil yang mengalami keterbatasan tenaga pengajar maupun akses materi pendidikan.

“Guru-guru di tempat yang sulit, dia bisa dibantu dari pusat, pelajarannya, tambahan silabus-nya, bantuan-bantuan bahan,” ucapnya.

Namun, fungsi smart board yang disampaikan Prabowo tak berhenti pada urusan pembelajaran. Ia juga menyebut pemerintah pusat nantinya dapat memonitor aktivitas kelas secara langsung melalui perangkat tersebut.

“Jadi kalau ada guru-guru yang tidak masuk kita bisa lihat mana guru yang tidak masuk pada hari itu,” tutur Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah mendistribusikan ratusan ribu papan interaktif digital ke berbagai sekolah di Indonesia sepanjang 2025.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut program itu menjadi bagian dari upaya memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi di sekolah-sekolah.

Dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI pada Januari lalu, Abdul Mu’ti mengungkapkan sebanyak 288.865 interactive flat panel (IFP) telah disalurkan ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan laptop dan perangkat penyimpanan data eksternal ke ratusan ribu sekolah. Program digitalisasi tersebut turut didukung penyediaan akses internet bagi 8.152 sekolah serta layanan listrik untuk 2.389 satuan pendidikan, terutama di wilayah yang selama ini masih minim infrastruktur dasar. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |