program Blibli Pay Day yang digelar pada 25–27 April 2026. Kampanye ini menawarkan berbagai insentif, mulai dari potongan harga, gratis ongkos kirim, hingga jaminan keaslian produk dan fleksibilitas pengembalian barang.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Momen gajian yang selama ini identik dengan lonjakan konsumsi mulai mengalami pergeseran. Masyarakat kini cenderung lebih selektif dan terencana dalam berbelanja, seiring munculnya tren smart shopper di kalangan konsumen digital.
Perubahan ini ditandai dengan meningkatnya kesadaran untuk mengatur prioritas kebutuhan, sekaligus memanfaatkan berbagai penawaran secara lebih strategis. Alih-alih berbelanja impulsif, konsumen kini cenderung menunggu momentum tertentu untuk mendapatkan nilai terbaik dari setiap transaksi.
Head of Campaign Blibli Indra Perdana menilai, tren tersebut mencerminkan perubahan pola pikir pelanggan yang semakin rasional dalam mengelola keuangan.
Ia menjelaskan, konsumen saat ini tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga manfaat jangka panjang serta keamanan dalam bertransaksi.
“Pelanggan kini semakin selektif dan terencana dalam berbelanja, terutama di momen gajian. Mereka ingin tetap bisa memenuhi kebutuhan dan gaya hidup tanpa harus mengorbankan kondisi finansial,” ujar Indra.
Seiring perubahan tersebut, momen payday kini dipandang sebagai waktu yang tepat untuk memenuhi kebutuhan secara lebih terukur. Konsumen cenderung menyusun prioritas, mulai dari kebutuhan utama hingga penunjang gaya hidup seperti perangkat digital, produk perawatan diri, hingga perlengkapan aktivitas.
Platform e-commerce pun mulai menyesuaikan strategi dengan menghadirkan kampanye tematik yang tidak hanya menawarkan promo, tetapi juga memberikan kemudahan dan rasa aman dalam berbelanja.
Salah satunya melalui program Blibli Pay Day yang digelar pada 25–27 April 2026. Kampanye ini menawarkan berbagai insentif, mulai dari potongan harga, gratis ongkos kirim, hingga jaminan keaslian produk dan fleksibilitas pengembalian barang.
Pengamat menilai, tren smart shopper menjadi sinyal positif bagi pengelolaan keuangan rumah tangga, terutama di tengah dinamika ekonomi yang menuntut masyarakat lebih adaptif.
Dengan pendekatan ini, konsumen tetap dapat memenuhi kebutuhan sekaligus menjaga stabilitas finansial. Pola belanja pun bergeser dari sekadar konsumtif menjadi lebih terencana dan berbasis nilai.

6 hours ago
10

















































